Manfaatkan Kali Semarang Untuk Budi Daya Ikan Air Tawar

Segmen Kali Semarang, yang berada di depan SMP Pangudi Luhur Domenico Savio, Semarang.

 

HALO SEMARANG – Dinas Perikanan Kota Semarang berencana memanfaatkan Kali Semarang untuk budi daya ikan air tawar. Lokasi yang disiapkan berada di dua segmen Kali Semarang, yang berada di depan SMP Pangudi Luhur Domenico Savio dan Gereja Katedral Semarang.

Kegiatan aktualisasi perikanan perkotaan berbassis pariwisata tersebut, nantinya akan menggandeng sejumlah OPD lain dan melibatkan pihak kelurahan dan kecamatan setempat.

Kepala Dinas Perikanan Kota Semarang, Nur Kholis mengatakan, lingkungan di sana secara sistem ekologi dianggap cocok untuk diterapkan menjadi tempat budi daya perikanan perkotaan. Selain itu, jika hendak dikembangkan berbassis pariwisata pun akan lebih mudah direalisasikan.

Alasannya, lokasi berada di Jalan DR Sutomo, yang tidak terlalu jauh dari sejumlah objek wisata lainnya. Seperti Lawang Sewu, Museum Perjuangan Mandala Bhakti, Kampung Pelangi, maupun Taman Kasmaran.

“Rencananya mulai Februari akan dilaksanakan pembenahan prasarana dan sarana serta pembersihan lokasi dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Kemudian pada awal Maret baru akan dilaksanakan penebaran benih ikan,” ujar dia, Kamis (14/1/2021).

Lokasi tersebut juga diyakini memiliki sumber debit air yang mencukupi, karena adanya aliran air dari Bendungan Pleret Banjirkanal Barat.

“Konsep ini sebenarnya mengadaptasi cara yang telah digunakan di Sungai Gejikan, Klaten. Untuk debit air, diperkirakan tidak menjadi masalah karena bisa dikendalikan. Rencananya, benih yang hendak ditebar merupakan benih ikan nila. Kegiatan ini sekaligus untuk usaha peduli lingkungan dan mengenalkan bahwa membudi dayakan ikan di saluran air bisa dilakukan. Bahkan diharapkan bisa menumbuhkan ekonomi kerakyatan bagi warga sekitar. Selain itu, bisa dibuat kelanjutan untuk Program Kali Bersih,” kata dia.

Sementara itu, Pengelola Balai Benih Ikan (BBI) Mijen, Nugraha Handani menyampaikan, penebaran bibit akan diikuti pengembangbiakkan ikan selama beberapa waktu. Hal tersebut untuk membuat agar ikan yang ditebar bisa dilihat dan dinikmati pemandangannya oleh masyarakat yang datang ke lokasi.

“Adapun untuk tahap pengamanan lokasi agar ikan tidak dipancing dan dijala oleh orang-orang secara sembarangan, masih dipertimbangkan. Apakah hendak ditangani lingkungan sekitar, menerjunkan petugas dari OPD atau seperti apa,” ungkap dia.

Penyuluh Perikanan di Dinas Perikanan Kota Semarang, Kuntoro Aji menambahkan, jika debit air di dua segmen bisa benar-benar terus dijaga dan tidak sampai terjadi kekeringan, maka kemungkinan untuk membesarkan ikan masih bisa dilaksanakan.

“Air yang ada setiap waktunya harus tetap dibiarkan mengalir. Keberadaan kisi-kisi penutup sekaligus untuk menjaga sampah agar jangan sampai masuk ke aliran budidaya ikan nila di dua segmen itu,” terang dia.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.