in

Mampu Ubah Stigma Kecamatan Genuk

Suroto/dok

CAMAT Genuk, Kota Semarang, Suroto siap menjawab kepercayaan yang diberikan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Suroto (54) diangkat sebagai camat pada pertengahan tahun ini. Mantan Sekcam Genuk ini mengaku sudah menyusun program kerja.
Yang pertama, menjaga kebersihan dan keindahan Taman Bangetayu sebagai tempat terbuka umum.

Lalu, penanganan genangan air di Jalan Dongbiru karena sudah bertahun-tahun tergenang. Kemudian menjaga kebersihan saluran air sepanjang Jalan Wolter Monginsidi yang sampah-sampahnya menyumbat saluran, serta pengecatan pot bunga di sepanjang Jalan Wolter Monginsidi dan pengecatan gasson.

‘’Pada prinsipnya, saya ingin bekerja keras, cerdas, dan tuntas,’’ ungkap Suroto.

Menurut dia, kelebihan Kecamatan Genuk adalah kekompakan atau sinergitas antar-lembaga masyarakat dengan birokrasi wilayah, dan itu merupakan modal utama dalam menciptakan keadaan wilayah yang kondusif, harmonis dan guyub. Bapak empat anak ini menambahkan kekurangan Kecamatan Genuk adalah kondisi sarana dan prasarana (sarpras) serta masih adanya genangan air banjir.

Kondisi sarpras khususnya jalan-jalan penghubung masih kurang, juga adanya saluran-saluran yang tidak terkoneksi dengan drainase induk. Dia mengaku bangga karena pihaknya mampu mengubah stigma Genuk yang dulu identik dengan banjir. Di bawah arahan Wali Kota, kondisi banjir mampu diatasi.

‘’Kecamatan Genuk sudah aman dari rob kecuali satu kelurahan, Terboyo Kulon. Kelurahan itu tidak termasuk dalam dua sistem drainase Tenggang dan Seringin. Sementara banjir masih sering terjadi genangan apabila hujan ekstrem dan pompa di dua system drainase tidak berfungsi dengan baik. Genangannya sekarang hanya beberapa saat, tidak seperti dulu berminggu-minggu,’’ jelasnya.

Untuk tantangan ke depan, dia menyatakan sangat berat mengingat dinamika masyarakat yang semakin maju sejalan dengan era digitalisasi.
Sementara sumber daya manusia (SDM) belum mumpuni sehingga akan banyak kendala dan terjadi perubahan kultur budaya sehingga kemungkinan jiwa gotong royong bakal terkikis.

Kendati begitu, suami Dwiyanti Mayasari ini tetap optimistis dalam memimpin wilayahnya. Pasalnya, Genuk mencatat beberapa prestasi seperti juara pertama evaluasi kinerja kecamatan pada 2019, perolehan PBB tahun 2022 periode hingga Juli sudah realisasi 115 persen, dan pengumpul bulan dana PMI terbesar.

‘’Dengandipimpin Mas Hendi, kami yakin Kota Semarang akan semakin hebat, dan Kecamatan Genuk juga bertambah maju,’’ tandasnya.(HS)

Gacoan Baru di Kelas Welter UFC

Suntik Kepercayaan Diri Para Pemain