in

Mampu Suplai Air Irigasi 70 Hektare Lahan Pertanian, Operasional Embung Pancur di Bangunsari Diresmikan

Bupati Kendal Dico M Ganinduto beserta jajaran Forkopimda dan Sekda Kendal berkesempatan untuk menyebar ribuan benih ikan nila di Embung Pancur, di Desa Bangunsari, Kecamatan Pageruyung, Kabupaten Kendal, Kamis (16/3/2023)

HALO KENDAL – Dalam rangka menyediakan sumber air untuk irigasi di musim kemarau, Embung Pancur di Desa Bangunsari, Kecamatan Pageruyung, Kabupaten Kendal, diresmikan penggunaannya.

Peresmian Embung Pancur dilakukan Bupati Kendal, Dico M Ganinduto, dalam acara Gelar Hasil-hasil Pembangunan Kabupaten Kendal, Kamis (16/3/2023).

Acara peresmian dihadiri jajaran Forkopimda, Sekda Kendal, Kepala OPD terkait, para Camat, serta Paguyuban Kepala Desa se-Kecamatan Pageruyung, dan perwakilan masyarakat Desa Bangunsari.

Setelah melakukan pemotongan pita, Bupati Kendal beserta jajaran Forkopimda dan Sekda Kendal berkesempatan untuk menyebar ribuan benih ikan nila di Embung Pancur.

Di sela-sela peresmian Embung Pancur, Bupati Kendal mengatakan, embung merupakan salah satu dari beberapa program pembangunan Pemkab Kendal yang berbasis dampak. Karena dampaknya besar bukan hanya satu kelompok, tapi beberapa sektor lainnya.

“Salah satunya dengan dibangunnya embung ini. Karena, ketika musim hujan air bisa ditampung. Sehingga saat musim kemarau bisa menyuplai air untuk irigasi 70 hektare lahan pertanian di sekitar sini. Selain itu dengan dibangunnya embung juga dapat mengurangi dampak banjir di Kendal,” ungkap Dico.

Menurut bupati, biasanya sebelum ada embung saat kemarau petani kesulitan mendapatkan air untuk irigasi sawahnya. Untuk itu embung ini harapannya bisa bermanfaat.

“Sehingga, dengan adanya embung ini sebagai upaya kita untuk meningkatkan ketahanan pangan. Selain itu embungnya bisa dimanfaatkan oleh desa. Karena kita juga menyebar benih ikan di embung ini,” ujarnya.

Bupati juga menyampaikan, beberapa program yang dicanangkan Pemkab Kendal sudah diselesaikan. Meski terdampak pandemi dan dampak lainnya.

Alhamdulillah semua (program) sudah selesai di tengah-tengah kesulitan akibat pandemi covid, kita tetap konsisten terhadap program-program pembangunan yang ada di Pemerintahan Kabupaten Kendal. Salah satunya pembangunan embung, adalah program berbasis dampak,” imbuh Dico.

“Dan itu adalah yang kita inginkan. Dimana program-program yang ada di Pemkab Kendal adalah program yang berdampak,” imbuhnya.

Sedangkan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati menjelaskan, Embung Pancur dibangun di atas tanah seluas 4.000 meter persegi, dengan luas embung 2.000 meter persegi.

Fungsi utama dari pembangunan embung adalah pertanian. Namun menurutnya, kalau memang masyarakat menginginkan untuk dibuat tempat wisata, pihaknya mempersilahkan, selama tidak mengurangi fungsi untuk pertanian.

“Anggaran untuk pembangunan embung mencapai Rp 1,9 miliar, yang diperoleh dari bantuan keuangan Provinsi Jawa Tengah tahun 2022. Untuk tahun ini ada dua embung yang kita bangun. Yaitu Embung Subari di Kalibareng, Patean, dan Embung Pancur di Bangunsari, Pageruyung,” terang Pandu.

Dirinya berharap, dengan dibangunnya dua embung, produksi pertanian meningkat. Karena tidak hanya mengandalkan hujan saja.

“Ya harapan kami dengan dibuatnya dua embung, minimal bisa dua sampai tiga kali tanam dalam satu tahun,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Pandu juga menyebut, hasil pertanian sebelumnya kurang maksimal, karena terdampak curah hujan terus-menerus. Karena kadar airnya cukup tinggi dan para pengepul kesulitan dalam pengeringan.

“Yang biasanya mengandalkan panas, tapi karena hujan dan beberapa wilayah mengalami banjir, itu mempengaruhi produksi padi. Jadi meski hasil produksi meningkat, namun kualitasnya menurun,” tandasnya. (HS-06)

Terkait Togel dan Pekat, Ketua PD Muhammadiyah Kendal : Bukan Hanya Puasa, Tapi Seterusnya Harus Hilang!

Resmi Diluncurkan di Indonesia, 5 Alasan Perlunya Upgrade Hape ke Galaxy A54 5G yang Paling Awesome