in

Mampu Menjadi Ruh Permainan PSIS

Gelandang PSIS, Jonathan Cantillana berusaha melindungi bola dari Ronaldo Kwateh, dalam laga PSIS vs Madura United di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Rabu (29/9/2021).

 

TANPA mengesampingan peran pemain lain di skuad PSIS, namun harus diakui Jonathan Cantillana menjadi tokoh sentral dalam permainan PSIS, khususnya di lini tengah.

Berduet dengan gelandang energik Finky Pasamba, dua pemain tak tergantikan di lini tengah PSIS ini selalu tampil menawan di tiap laga yang dijalani skuad Mahesa Jenar di Liga 1 2021.

Hingga pekan keenam ini, keduanya mampu menjadi penyeimbang permainan, Finky Pasamba berperan sebagai penahan serangan lawan dari tengah lapangan, sedangkan Jonathan Cantillana memiliki peran mengalirkan bola ke depan untuk memulai serangan.

Baik Jonathan Cantillana maupun Finky Pasamba memang selama ini kerap menjadi pilihan utama pelatih sementara PSIS, Imran Nahumarury. Khusus untuk Jonathan Cantillana memang sempat jadi pemain cadangan pada laga melawan Persija Jakarta pada pekan kedua Liga 1 2021.

Namun meski baru dimasukkan pada pertengahan babak kedua, pemain asal Palestina berdarah Chile ini mampu menjadi pahlawan PSIS dengan menjadi penyebab gol bunuh diri pemain Persija serta memberikan satu assist di laga itu, dan memaksa Persija harus berbagi angka 2-2 dengan PSIS.

Di laga-laga berikutnya, bapak satu anak ini tampil semakin baik. Jonathan Cantillana mampu bermain keras untuk merusak permainan lawan, namun juga piawai membagi bola dengan umpan-umpannya yang matang. Staminanya juga bagus, dia mampu tampil energik dan konsisten sepanjang laga.

Tak seperti kebanyakan pemain Amerika Latin yang kerap pamer skill individu, Jonathan tampil sangat efesien dan tak pernah berlama-lama menahan bola di kakinya.

Pantas saja tim pelatih PSIS selalu memberikan peran besar baginya untuk bisa menjelajahi lini tengah.

Pemilik nama lengkap Jonathan Eduardo Cantillana Zorilla tersebut lahir di Santiago Chile 26 Mei 1992. Posisi utama Jonathan Cantillana adalah gelandang tengah, namun dia bisa bermain taktis pada gelandang bertahan maupun gelandang serang.

Jonathan masuk ke skuad Laskar Mahesa Jenar, julukan PSIS dengan mengisi slot pemain asing Asia. Jonathan Cantillana memang kelahiran Chile. Namanya juga tak menunjukkan tipe-tipe nama orang Timur Tengah. Akan tetapi, dia memiliki paspor Palestina dan pernah membela Timnas Palestina pada tahun 2015-2019.

Paspor tersebut yang membuat dirinya berkesempatan membela PSIS dengan mengisi satu kuota pemain Asia. Usut punya usut, paspor tersebut dia dapat dari sang kakek yang merupakan keturunan Palestina.

PSIS merekrut Jonathan Cantillana pada pertengahan musim Liga 1 2019. Tampil dengan 16 pertandingan pada Liga 1 2019, PSIS kemudian memperpanjang kontraknya hingga akhir musim 2021 nanti.

Dia dikontrak PSIS hingga 31 Desember 2021 dengan perpanjangan kontrak terkahir pada 6 Januari 2020. PSIS saat itu harus menggelontorkan dana segar sebesar Rp 3,4 miliar untuk memboyongnya dari Al Quds Hilal.(HS)

Share This

Petugas Lapas Semarang Dilatih Penanganan Nara Pidana Penyandang Disabilitas

Wali Kota Semarang Bertemu Dubes Belanda, Bahas Masalah Penurunan Muka Tanah