in

Mall dan Tempat Wisata di Boyolali Ditutup

Gedung PGRI di Singkil Desa Karanggeneng, Kecamatan Boyolali, disiapkan sebagai tempat isolasi mandiri terpusat. (Foto : Boyolali.go.id)

 

HALO BOYOLALI – Pemkab Boyolali akan menutup sektor-sektor yang dianggap nonesensial, termasuk mall dan tempat wisata, pada 3 Juli hingga 20 Juli 2021. Penutupan dalam rangka PPKM Darurat tersebut, dilakukan karena Boyolali masuk dalam asesmen pandemi level 3.

“Ada beberapa yang tidak esensial lockdown 100 persen. Mall semua ditutup tanggal 3 sampai 20 Juli,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Boyolali, Masruri, seperti dirilis Boyolali.go.id.

Pemkab Boyolali juga akan menerapkan kebijakan Minggu di Rumah Saja, pada 4 Juli, 11 Juli, dan 18 juli. Selain itu destinasi wisata di Selo juga akan ditutup.

“Selo akan disekat di Cepogo oleh aparat keamanan, semua wisatawan ke Selo akan diputar balik,” ujarnya.

Disinggung mengenai hajatan, Masruri menerangkan bahwa hajatan hanya boleh dilakukan di Kantor Urusan Agama. Jika ada yang melanggar, misalnya dengan menggelar hajatan di rumah atau gedung, akan langsung dibubarkan oleh petugas gabungan dari Satpol PP, TNI dan Polri.

“Kalau nanti ada hajatan, saya kasihan justru yang hajatan. Selain dibubarkan, juga ada denda minimal dua juta. Itu nanti akan ditegakkan bersama-sama Polres dan Kodim,” katanya.

Dia juga mengatakan telah berkoordinasi dengan Rumah Sakit Umum Daerah Pandan Arang (RSUDPA) Boyolali, untuk menambah bangsal Covid-19. Rumah sakit swasta pun, diminta menyiapkan 40 persen bangsal yang dimiliki, untuk perawatan pasien Covid-19.

“Terutama untuk rumah sakit, kami harapkan bisa minimal 40 persen bangsal Covid-19. Ini sudah kita koordinasikan dengan semua rumah sakit di Boyolali,” katanya.

Sementara itu, untuk menghadapi lonjakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Susu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali menyiapkan gedung untuk menjadi tempat isolasi mandiri terpusat. Terdapat tiga gedung yang nantinya menjadi tempat isolasi bagi orang tanpa gejala (OTG) Covid-19 di Kabupaten Boyolali.

“Sudah kami siapkan di gedung PGRI, kapasitasnya 60 pasien sudah kita siapkan mulai dari kemarin. Dan juga kita siapkan di Bungalow Selo, hotel kita dipakai untuk isolasi mandiri terpusat untuk warga Selo,” terang Sekda Masruri.

Gedung PGRI di Desa Karanggeneng, tepatnya di Singkil, akan menampung pasien sebanyak 60 orang. Eks kantor Perumda Tirta Ampera di Kampung Surowedanan, Kecamatan Boyolali, juga akan difungsikan sebagai tempat isolasi mandiri terpusat dengan kapasitas 60 pasien.

Selain itu Bungalow Selo yang berkapasitas 40 tempat tidur, akan digunakan oleh warga Kecamatan Selo, yang menjalani isolasi mandiri. (HS-08)

Share This

Tegas, Bupati Wonogiri Ancam Beri Sanksi Pelanggar PPKM Darurat

Pemkab Klaten Membuka 154 Lowongan CPNS