in

Malam Minggu, Bupati Yuni Sidak Protokol Kesehatan Dan Lakukan Swab Acak

Petugas kesehatan mengambil spesimen dalam tes usap antigen di Sragen. (Foto : Sragenkab.go.id)

 

HALO SRAGEN – Lonjakan kasus Covid-19 di Kudus beberapa waktu lalu, menjadi pelajaran bagi Pemkab Sragen. Ketika ada tanda-tanda kasus Covid-19 meningkat di wilayah itu, Bupati dokter Kusdinar Untung Yuni Sukowati pun langsung bergerak cepat dengan menggelar tes swab antigen.

Tes swab antigen tersebut, antara lain digelar Sabtu (5/4) malam lalu, di Night Market Sukowati (Jalan Diponegoro Sragen), Taman Kuliner Kartini, dan Alun-Alun Sasono Langen Putro Sragen. Tiga lokasi itu, memang sering menjadi tempat warga melewatkan akhir pekan.

Kegiatan untuk menekan angka kasus Covid-19 di Kabupaten Sragen ini, dipimpin langsung oleh Bupati Sragen dokter Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Beserta Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi, Sekda Sragen Tatag Prabawanto, dan Kepala Dinkes Sragen dokter Hargiyanto, Bupati dan tim datang ke lokasi-lokasi keramaian itu.

Di tiga lokasi itu, para tenaga kesehatan mengambil sampel spesimen lendir pada hidung terhadap 57 pengunjung dan pedagang dengan hasil negatif. Hasil tes antigen, langsung diketahui dalam durasi hanya lima menit.

Bupati Yuni yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sragen, mengatakan testing swab acak di pusat keramaian ini, karena kondisi Covid-19 di Sragen meningkat.

“Sasarannya memang pengunjung dan pedagang. Kalau hanya pengunjung yang tes, jadi tidak fair. Pedagang sebagai penyedia layanan, juga ikut di-swab. Kalau ada yang positif, tinggal di-tracing kontak eratnya,” kata Bupati, seperti dirilis Sragenkab.go.id.

Bupati Yuni menilai masih banyak ditemukan pedagang maupun pengunjung yang tidak patuh protokol kesehatan (prokes).

“Prokes harus diingatkan kembali. Karena saat kami datang, saya lihat banyak pedagang yang tidak pakai masker, dan tidak ada yang pakai sarung tangan,” kata Bupati.

Dia juga mengungkapkan keprihatinannya, karena banyak pengunjung yang tidak memakai masker. Bukan hanya itu, setelah makan, banyak juga pengunjung yang nongkrong.

“Saya imbau untuk pengunjung tidak perlu nongkrong. Jadi selesai makan ya pulang, jangan berlama-lama,” imbuhnya.

Bupati Yuni pun langsung meminta kepada pengurus paguyuban untuk lebih tegas mendisiplinkan pedagang dan pengunjung, agar mematuhi protokol kesehatan.

“Setiap masuk harusnya ada petugas yang mengecek suhu tubuh, cek masker, wajib cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer. Kemudian harus ada pengeras suara untuk mengingatkan prokes setiap beberapa menit sekali, sekaligus mengingatkan agar pengunjung yang selesai makan untuk segera meninggalkan tempatnya,” tegas Bupati.

Lebih lanjut Bupati Yuni mengatakan ada kemungkinan setelah dilakukan tes usap antigen secara masif, jumlah orang yang diketahui positif Covid-19 akan meningkat. Namun dengan data tersebut, Pemkab Klaten dapat lebih tepat dalam melakukan penanganan.

“Berat mungkin di awal. Tetapi suatu saat akan lebih mudah menanganinya,” kata dia.

Bupati menegaskan, agar masyarakat tidak mengabaikan  protokol kesehatan. Karena Covid-19 adalah nyata dan banyak warga yang terpapar, bahkan sampai meninggal dunia.

“Mudah-mudahan gencarnya kegiatan ini bersama Pak Kapolres dan satgas Covid-19 ini, angka kasus di Sragen segera menurun. Dan semoga pandemi ini segera berlalu. Kami yakin bisa melaluinya, jika semua bersinergi memerangi virus ini,” kata dia.

Sementara Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi menyampaikan swab antigen ini bertujuan untuk mengantisipasi kerumunan dan menekan persebaran Covid-19. Menurutnya pusat-pusat keramaian itu berpotensi terjadi keramaian sehingga Polres bersama Pemkab Sragen bergerak bersama untuk pembatasan dan penertiban.

“Kami mengambil pelajaran di daerah lain, seperti Kudus itu sampai kewalahan. Dengan swab antigen ini memastikan keselamatan warga dan swab ini gratis,” ujarnya. (HS-08)

Share This

Warga Klaten, Ayo Beri Like pada Youtube Muhammad Zuhri dan Muhammad Rosyid

Ganip Warsito Minta Pemkab Pati Tingkatkan Disiplin Masyarakat hingga Tepat Tangani Pasien Covid-19