in

Mal Di Semarang Mulai Beroperasi Kembali, Namun Ada Syaratnya

Pengunjung mal memindai barcode bukti bahwa sudah melakukan vaksinasi agar bisa masuk ke dalam pusat perbelanjaan.

 

HALO SEMARANG – Pemerintah pusat secara resmi mengumumkan perpanjangan PPKM Level 4 hingga 16 Agustus mendatang. Hal tersebut tercantum dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) No 30 Tahun 2021 tentang pelaksanaan PPKM Level 4 di wilayah Jawa-Bali.

Sementara itu, mal-mal yang berada di Kota Semarang sudah diperbolehkan buka atau beroperasi kembali saat PPKM ini. Namun, hal tersebut dilakukan dengan ketentuan-ketentuan yang ketat dan pengawasan yang maksimal.

Sejumlah pengelola mal di Kota Semarang sudah menyiapkan prosedur dan perangkat elektronik, guna membatasi jumlah pengunjung dan mengizinkan masyarakat bisa masuk ke mal.

Salah satu syaratnya, pengunjung wajib sudah divaksin dosis pertama maupun dosis kedua dan bagi yang berumur di bawah 12 tahun dan diatas 70 tahun tidak diperbolehkan masuk.

General Manager Mal Ciputra, Ani Suyatmi mengatakan, sesuai arahan dari pemerintah pusat berkaitan dengan pembukaan pusat perbelanjaan atau mal, maka pihaknya menyiapkan perangkat pendukung untuk menyambut para pengunjung.

Ani menjelaskan, perangkat yang telah disiapkan adalah pemindai atau QR code untuk memantau keluar masuk pengunjung. Selain itu, pengunjung yang masuk juga diwajibkan mengunduh aplikasi pedulilindungi di gawai masing-masing.

Menurut Ani, tak hanya pengunjung yang sudah vaksin yang diperbolehkan memasuki kawasan mal. Seluruh karyawan Mal Ciputra termasuk pegawai di tenant juga harus sudah divaksin, hal itu agar mengurangi dampak penyebaran virus Covid-19.

“Pengunjung atau siapa pun yang masuk mal harus sudah vaksin. Dan itu sudah kita terapkan mulai hari ini. Kalau yang mau masuk mal harus sudah download aplikasi pedulilindungi. Pada saat mau masuk, maka kita harus scan QR code,” kata Ani.

Sementara itu General Manager Mal Paragon Lie Jemmy menambahkan, pihaknya juga menerapkan protokol kesehatan secara ketat dalam menerima setiap pengunjung. Hal itu sesuai instruksi dari pemerintah pusat, yang meminta pusat perbelanjaan bisa menerapkan protokol kesehatan di saat pembukaan mal.

Menurutnya, salah satu protokol kesehatan yang diikuti adalah soal jumlah pengunjung setiap harinya.

“Kita diizinkan buka dengan kapasitas (pengunjung) 25 persen. Kita tetap menjalankan prokes seperti yang sudah kita kerjakan dari awal sampai akhir,” ujar Jemmy.

Salah satu pengunjung Mal Ciputra, Yuliana Kusuma Dewi mengaku senang mal sudah boleh dibuka kembali. Sehingga, dirinya tidak jenuh di rumah terus.

Namun, Yuliana mengaku aturan yang diterapkan untuk masuk mal masih diakui rumit dan menyusahkan orang.

“Sebenarnya agak ribet. Tapi kalau ini memang aturan dari pemerintah, mau enggak mau kita harus nurut,” ucap Yuliana.

Yuliana berharap, aturan tentang masuk mal bisa lebih dipermudah meskipun harus menunjukkan surat vaksin.(HS)

Share This

Ditresnarkoba Polda Jateng Gagalkan Penyelundupan Sabu-sabu Jaringan Internasional

Warga Tak Punya Identitas Tetap Bisa Divaksin