Makin Dangkal dan Kerap Meluap, Dewan Minta Pemerintah Pusat Segera Normalisasi Kali Bringin

Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman.

 

 

HALO SEMARANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang mendesak pemerintah pusat khususnya Kementerian PUPR, dan BBWS Pemali-Juana untuk segera dilakukannya normalisasi Kali Bringin yang setiap kali memasuki musim hujan kerap meluap.

Luapan sungai yang melintas di Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, dan Kota Semarang ini kerap menyebabkan bencana banjir di sekitar wilayah Mangkang dan Ngaliyan. Bahkan, selain melimpas ke badan Jalur Pantura Semarang- Kendal, air dari luapan Kali Bringin juga masuk sampai ke rumah-rumah warga sekitar aliran sungai tersebut.

- Advertisement -

Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman mengatakan, cara untuk mengantisipasi bencana banjir yang tiap tahun terjadi di wilayah Mangkang dan sekitarnya, yaitu melakukan normalisasi Kali Bringin yang kondisinya makin dangkal dan sempit.

Akibatnya sungai tersebut tidak mampu lagi menampung volume air yang cukup besar pada saat musim hujan.

“Begitu juga dengan kejadian banjir di daerah Mangkang pada Selasa (4/2/2020) kemarin, itu karena limpasan dari Kali Bringin yang tidak bisa menampung volume air hujan yang turun dengan intensitas tinggi dan dalam waktu yang cukup lama. Namun ketinggian air banjir tidak separah pada tahun 2010 lalu, sampai menimbulkan korban jiwa,” katanya, Rabu (5/2/2020).

Diharapkan, Kementerian PUPR dan BBWS segera melaksanakan normalisasi Kali Bringin pada tahun 2020 ini. Pasalnya, Pemerintah Kota Semarang telah membebaskan lahan warga yang akan terkena dampak dari proyek pembangunan atau normalisasi Kali Bringin.

Sebelumnya, pemerintah pusat akan menormalisasi Kali Bringin pada tahun 2015/2016, namun karena terkendala pembebasan lahan warga sehingga kegiatan ini ditunda.

“Pembebasan lahan warga yang akan terkena proyek sudah rampung semuanya. Di mana pembebasan lahannya, dibagi menjadi dua tahap, tahap pertama dilakukan 3 tahun yang lalu, dan sisanya ada 9 bidang lahan yang tahun ini sudah dibebaskan,” imbuhnya.
Dikatakan, pembebasan lahan warga sudah clear, tinggal pemerintah pusat segera melaksanakan perogram normalisasi Kali Bringin.

Salah satu warga,  Eni mengatakan, akibat meluapnya Kali Bringin, sempat merendam akses utama Jalur Pantura Semarang-Kendal. Sehingga menggangu aktivitas warga yang pulang kerja saat melewati jalur tersebut karena terjebak macet panjang.

“Saya terpaksa menunggu banjir surut, karena ketinggian air sampai 40 centimeter daripada mesin motor mati malah repot,” ujarnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.