Maju Kena Mundur Kena, PSIS Terancam Rugi Rp 20 Miliar

Foto ilustrasi: Skuad PSIS di Liga 1 2020.

 

HALO SEMARANG – Manajemen PSIS saat ini sedang dalam posisi tak menguntungkan di tengah ketidakjelasan kelanjutan kompetisi Liga 1 akibat pandemi corona.

Bahkan bisa dikatakan, posisi PSIS saat ini maju kena mundur kena. Hal itu ditegaskan langsung oleh CEO PSIS, Yoyok Sukawi, Kamis (8/10/2020) malam.

Menurutnya, dengan tidak jelasnya jadwal kompetisi, manajemen PSIS mengalami kerugian sangat besar, baik materiil maupun non materiil.

“Bisa dikatakan saat ini kami dalam kondisi sangat terpuruk. Sudah siap mengikuti kompetisi, ternyata dihentikan. Ada informasi soal lanjutan kompetisi, kami juga kembali menyiapkan tim. Ternyata kembali dibatalkan. Padahal kami sudah mengeluarkan banyak uang untuk kontrak pemain, penyiapan stadion, dan persiapan lainnya,” kata pria yang juga anggota DPR RI itu.

Dikatakan, dengan ditundanya kompetisi Liga 1 ini, pihaknya sudah mengeluarkan dana sekitar Rp 7 miliar.

Dan jika kompetisi dihentikan saat ini, kerugian yang ditanggung PSIS bisa mencapai Rp 15 miliar sampai Rp 20 miliar. Hal itu untuk menutup semua kontrak pemain dan ofisial, serta menanggung sewa stadion.

“Namun jika kompetisi dilanjutkan, pengeluaran kami bisa lebih banyak. Bisa mencapai Rp 25 atau Rp 30 miliar. Apalagi pemasukan tak akan maksimal karena pertandingan lanjutan besar kemungkinan tanpa penonton,” tegasnya.

Tak hanya kerugian materiil, kerugian terbesar menurutnya adalah non-materiil. Khususnya soal psikologis pemain, manajemen, dan ofisial.

“Dengan tak jelasnya kelanjutan kompetisi akibat pandemi, semangat pemain sudah hilang. Apalagi saat Liga 1 sempat akan dilanjutkan pemain sudah semangat. Tapi ternyata tidak jadi. Semangat kami terjun bebas. Ini tingkatannya sudah lebih parah dari sedih, tak ada yang bisa kami katakan lagi,” tegas Yoyok.

Beberapa pemain PSIS saat ini juga banyak yang pulang ke daerahnya karena belum ada kejelasan kompetisi. Termasuk juga pemain asing PSIS.

“Memang benar bahwa pemain kami persilakan kembali pulang terlebih dahulu,” terang GM PSIS, Wahyu Winarto, Kamis (8/10/2020).

Menurutnya, para pemain diliburkan sambil menunggu kabar resmi dan valid dari PSSI maupun PT LIB, perihal kepastian kompetisi yang diharapkan bisa digelar bulan depan.

“Pemain akan kami panggil lagi jika informasi dari PSSI sudah kami terima. Artinya jika sudah ada kepastian dan jaminan Liga 1 berlanjut kembali, otomatis pemain dikumpulkan lagi,” tegas pria yang akrab disapa Liluk ini.

PSIS padahal sangat siap menyambut kelanjutan Liga 1 yang akan memasuki pekan keempat. Hampir seluruh pemain berhasil dikumpulkan, hanya dua pemain asing yang belum bergabung yakni Flavio Beck Jr dan Bruno Silva.

Namun, tim Mahesa Jenar harus meliburkan tim sejak PSSI mengumumkan penundaan kompetisi. Tujuannya untuk menghemat operasional dan pemain rehat.

Mes pemain PSIS yang sebelumnya menampung para pemain terutama lokal, sepi jika satu demi satu pemain pulang.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.