Mahasiswa Kreatif, Bikin Olahan Singkong Lalu Dijual dan Bisa Biayai Kuliah

Liya saat meracik olahan singkong di Omah Singkong, Minggu (1/11/2020).

 

HALO KENDAL – Mahasiswa jurusan Manajemen Pemasaran Universitas Islam Selamat Sri (Uniss) Kendal ini sukses mengembangkan bisnis Omah Singkong dan mampu membiayai kuliah hingga lulus menjadi sarjana.

Namanya Liya Sintiani (22), seorang mahasiswa baru akan lulus tahun ini. Meski masih berstatus mahasiswa, dia telah memulai bisnisnya membuat dan menjual olahan singkong sejak tahun 2016.

“Awalnya bisnis saya adalah makanan ringan hasil olahan singkong yakni Tela-tela. Kemudian pada tahun 2017 tepatnya bulan Mei, saya membranding usaha dengan nama Omah Singkong,” ucapnya, Minggu (1/11/2020).

Dia mengungkapkan, jika modal awal untuk pengembangan bisnis didapat dari sahabatnya yang mendukung kegiatan usahanya. Modal yang diterima langsung digunakan untuk membuat gazebo agar memberikan nuansa alami pada Omah Singkong yang ada di Desa Pesawahan, Kecamatan Pegandon.

“Modal saya justru dapat pinjaman dari sahabat saya dan itu langsung saya kembangkan untuk membuat gazebo. Kemudian saya coba design rumah nuansa bambu, dengan tujuan agar menampilkan kesan adem dan alami,” ungkap Liya.

Kini bisnis itu berkembang, setidaknya dalam sehari rata-rata bisa menghabiskan 7 kilogram singkong olahan.

“Bahkan pada hari libur, sehari bisa menghabiskan 10 sampai 11 kilogram,” imbuhnya.

Liya menyebut, untuk menu yang disuguhkan di Omah Singkong saat ini telah berkembang menjadi beberapa menu. Namun untuk produk unggulan adalah Singkong Crips.

“Menu lain di antaranya Tela-tela, Singkong Keju, Pisang Crips, Burger Bernardi, Solit, dan Hot Sosis. Seluruh menu yang ada memiliki harga yang terjangkau dengan rata-rata dibandrol harga Rp 5.000,” paparnya.

Liya pun mengaku jika Omah Singkong yang telah dibangun, selain menjadi bisnis utamanya juga menjadi wadah pembelajaran bisnis terutama bagi warga sekitar.

“Saya mengikuti program Pemerintah Desmigratif (Desa Migran Produktif), dengan inti kegiatan mengajak ibu-ibu Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk belajar berbisnis hingga membuat jajanan,” jelasnya.

Meski telah lulus kuliah tahun ini, dia tetap fokus bisnis termasuk juga mengikuti program desmigratif tersebut yang dinaungi Dinas Tenaga Kerja.

“Jadi Omah Singkong ini tidak hanya untuk mendapatkan untung, namun juga sebagai tempat diskusi pembelajaran kepada masyarakat,” pungkas Liya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.