in

Mahasiswa KKN Undip Sosialisasikan Pembuatan Bakteri Fotosintesis Sebagai Pupuk Cair Tanaman

Mahasiswa KKN Undip menunjukkan hasil pembuatan bakteri fotosintesis yang bisa digunakan sebagai pupuk cair tanaman.

 

HALO SEMARANG – Mahasiswa KKN Undip Semarang melakukan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tentang Pembuatan Bakteri Fotosintesis sebagai Pupuk Cair Tanaman.

Stanislaus Chisto, Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II 2020/2021 periode 30 Juni-12 Agustus 2021, mengenalkan sekaligus memberikan panduan kepada warga untuk dapat membuat bakteri fotosintesis (PSB) yang murah dan mudah sendiri dari rumah.

Stanislaus mengatakan, photosynthesis bacteria merupakan mikroorganisme yang dapat melakukan fotosintesis yang digunakan sebagai pupuk organik yang mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman dan memperbaiki kualitas hasil panen. Bakteri fotosintesis ini mampu memberikan zat-zat yang berguna bagi tanaman.

“Seperti nitrogen dan hidrogen sulfida dengan mengubah bahan organik melalui fotosintesis,” katanya, Jumat (13/8/2021).

Adapun sosialisasi program KKN ini dilakukan di RT 01/RW 02, Kelurahan Gedawang, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Dalam lokasi pelaksanaan kegiatan KKN ini, banyak warga sekitar yang gemar melakukan kegiatan bercocok tanam.

Menurut dia, di Indonesia saat ini, terjadi perubahan iklim yang menyebabkan frekuensi cuaca ekstrem menjadi semakin sering. Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), intensitas curah hujan di Indonesia meningkat hingga 40 persen dalam tahun 2020-2021.

“Di sebagian besar wilayah di Indonesia, curah hujan masih berpotensi kategori menegah hingga tinggi, yakni 200-500 milimeter per bulan. Dampak curah hujan yang tinggi berpotensi memunculkan kerusakan pada tanaman karena dapat mengurangi suplai oksigen dan CO2 dalam tanah serta mengganggu proses fotosintesis dan respirasi tanaman, sehingga tanaman tertentu dapat menjadi busuk atau gagal panen,” terang mahasiswa jurusan Teknik Kimia Undip ini.

Selain itu, lanjut dia, peningkatan kelembaban udara berpotensi memunculkan penyakit tanaman, dan mendukung meningkatnya populasi hama dan tingkat keparahan yang ditimbulkan.

“Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kualitas serta ketahanan tanaman dari kondisi cuaca yang ekstrem dan timbulnya hama yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman,” paparnya.

Selain, pembuatan bakteri fotosintesis, masyarakat juga diberikan informasi tentang tanaman yang dapat berguna sebagai obat herbal penjaga daya tahan tubuh di tengah pandemi Covid-19 ini, dan cara meningkatkan serta menjaga kualitas tanaman dengan menambahkan bakteri fotosintesis.

“Masyarakat diberikan infomasi secara online melalui poster dan video edukasi yang disosialisasikan menggunakan media Whatsapp komunitas masyarakat. Serta publikasi video panduan melalui Youtube. Kegiatan ini mendapat respon yang positif berupa komentar dan reaksi terkait kegiatan yang telah dilaksanankan,” pungkasnya.(HS)

Share This

Dibebaskan dan Diberi Sembako, Provokator di Blora Bakal Dibina Pemkab

Dirkamtib Tinjau Kesiapan Blok Risiko Tinggi Di Lapas Semarang