in

Mahasiswa KKN Undip Laksanakan Edukasi Pengelolaan Sampah Masker Sekali Pakai

Mahasiswa KKN Undip Semarang melaksanakan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah masker sekali pakai di wilayah Dukuh Kedung Rejo RT 04 R 05, Proyonanggan Selatan, Kabupaten Batang.

 

HALO BATANG – Salah satu penerapan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 adalah menggunakan masker. Utamanya, masker sekali pakai yang dinilai memiliki proteksi yang lebih tinggi terhadap risiko penularan Covid-19.

Meski demikian, penggunaan masker sekali pakai yang berlebih, menimbulkan ancaman baru, salah satunya adalah penumpukan sampah masker, yang termasuk limbah infeksius.

Fenomena penumpukan sampah masker memicu adanya penyalahgunaan, berupa daur ulang masker sekali pakai yang dijual kembali. Berangkat dari kekhawatiran tersebut, mahasiswa KKN Undip Semarang melakukan edukasi tentang pentingnya mengelola sampah masker sekali pakai.

Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah Dukuh Kedung Rejo RT 04 R 05, Proyonanggan Selatan, Kabupaten Batang, pada 1-3 Agustus 2021 secara door to door dengan protokol kesehatan.

Berdasarkan survei yang dilakukan Ganeshari Chandra, mahasiswa KKN Undip Semarang, dari sejumlah 6 dari 10 warga Dukuh Kedung Rejo RT 04 RW 05, nampak masih abai terhadap tata cara pembuangan sampah masker sekali pakai. Namun demikian, beberapa warga juga sudah paham tentang pentingnya merobek masker sebelum dibuang.

“Meningkatkan kesadaran masyarakat setempat terhadap ancaman bahaya yang tidak terduga juga menjadi salah satu prioritas diadakannya kegiatan ini. Harapannya masyarakat senantiasa waspada terhadap risiko penyalahgunaan yang mungkin terjadi, seperti pendaur-ulangan sampah masker sekali pakai. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong pemahaman masyarakat terkait tata cara penggunaan masker yang benar, baik masker sekali pakai maupun masker kain,” jelas Ganeshari Candra, Jumat (6/8/2021).

Selain dilakukan secara door to door kepada masyarakat setempat, lanjut dia, kegiatan edukasi ini juga dikemas dalam bentuk video agar mudah untuk disebarluaskan melalui platform digital.

“Selagi bisa menjangkau yang lebih luas, mengapa tidak disebarkan. Saya rasa informasi ini juga perlu diperhatikan baik-baik oleh masyarakat luas,” imbuh mahasiswa KKN Undip.

“Saya sendiri sering lupa merobek masker sebelum dibuang, karena saya pribadi lebih nyaman menggunakan masker kain dan tidak terbiasa menggunakan masker sekali pakai,” ujar salah satu warga Yanwar Satria (29) .

Untuk beberapa warga yang masih gemar menggunakan masker kain, kegiatan edukasi ini juga mengimbau warga untuk mengganti masker setelah digunakan selama empat jam. Baik masker kain dan masker sekali pakai, keduanya harus digunakan sesuai arahan yang benar.

“Sebelumnya memang sering asal membuang masker, karena saya baru tahu kalau masker sekali pakai berpotensi dijual-belikan kembali setelah dibuang. Ke depannya saya akan membiasakan diri untuk merobek masker sebelum dibuang,” pungkas Rangga Danuarda (17), warga Dukuh Kedung Rejo RT 04/ RW 05.(HS)

Share This

Pengelolaan Pamsimas Dengan Sistem IPAS Desa Kedungasri Yang Pertama Di Kendal

Kecelakaan Di Gunungpati, Dua Orang Pengendara Motor Meninggal Dunia