in

Mahasiswa KKN Undip Dampingi Kegiatan Posyandu di Kelurahan dan Desa di Kendal

Mahasiswa Undip yang melaksanakan KKN di Kendal saat mendampingi pelaksanaan Posyandu.

HALO KENDAL – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro di Kabupaten Kendal, selain melakukan penyuluhan pengolahan limbah minyak goreng dan penyuluhan hukum terhadap kekerasan anak, mahasiswa juga memberikan edukasi tentang Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).

Seperti yang dilakukan para mahasiswa KKN Undip di Kelurahan Karangsari, Kecamatan Kendal dan Desa Penanggulan, Kecamatan Pegandon.

Penyuluhan yang dilakukan, merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dari, untuk, dan bersama masyarakat.

Tujuannya untuk memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Desa Penanggulan, Kecamatan Pegandon, mahasiswa KKN membantu bidan desa dalam kegiatan posyandu balita dan lansia. Kegiatan tersebut dilakukan bersama bidan dan kader dari tiap dukuh.

Di Desa Penanggulan sendiri terdapat empat titik pelaksanaan posyandu, yakni di Dukuh Krajan yang bertempat di salah satu rumah warga, di Dukuh Kauman bertempat di rumah salah satu kader posyandu, di Dukuh Santren bertempat di Balai Desa Penanggulan, dan di Dukuh Getas yang bertempat di rumah salah satu warga.

Kegiatan posyandu yang rutin dilakukan tiap bulan, meliputi penimbangan balita, imunisasi, gizi, KB dan penanggulangan diare.

Sedangkan penimbangan balita dilakukan secara rutin untuk mendeteksi sedini mungkin tentang pertumbuhan balita. Setiap balita harus mempunyai KMS yaitu buku yang mencatat pertumbuhan balita setiap bulannya.

Bidan Desa Penanggulan, Kecamatan Pegandon, Indarti mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN, karena sudah membantu dalam kegiatan posyandu, termasuk dalam sosialisasi penanganan stunting.

Di posyandu juga ada pelayanan peningkatan gizi yang dilakukan oleh bidan dan kader berupa pemberian vitamin A, dan penyuluhan tentang ASI, MPASI, imunisasi, dan stimulasi tumbuh kembang anak.

“Di Posyandu ini kegiatannya banyak, jadi dengan adanya mahasiswa KKN menjadi terbantu,” ungkapnya, Sabtu (12/2/2022).

Mahasiswa KKN yang diterjunkan di Pegandon, Eva Rahmawati menjelaskan, selain penimbangan, juga ada kegiatan imunisasi untuk balita, berupa BCG untuk mencegah penyakit TBC, BPT untuk mencegah penyakit difteri, pertusis (batuk rejan) dan tetanus.

“Imunisasi lainnya adalah polio untuk mencegah kelumpuhan dan hepatitis B untuk mecegah penyakit hepatitis B atau penyakit kuning,” jelasnya.

Sedangkan sebelumnya, kegiatan Posyandu di Kelurahan Karangsari, rutin dilaksanakan oleh Kelurahan Karangsari minimal empat kali dalam sebulan. Yakni dua kali untuk balita dan dua kali untuk lansia.

Saat penerjunan mahasiswa KKN Undip di Kelurahan Karangsari, waktu pelaksanaan kegiatan Posyandu pada bulan Februari, yakni setiap tanggal 3 dan 19 untuk lansia, kemudian tanggal 8 dan 25 untuk balita.

Bidan dari Puskesmas Kendal 1, Sri Wahyuningsih mengatakan, kegiatan posyandu untuk lansia dan balita tersebut dimulai pukul 09.00 WIB sampai selesai.

“Warga yang mengikuti Posyandu sekitar 40 balita dan 50 lansia,” ujarnya.

Sementara mahasiswa yang melakukan KKN, M Husni Hibatullah mengatakan, kegiatan pendampingan posyandu oleh Devisi Kesehatan, bertujuan menurunkan angka kematian bayi (AKB), menambah asupan gizi dan vitamin yang diperlukan oleh balita, serta memberikan penyuluhan tentang asupan gizi serta cara mempersembahkan ASI yang baik.

“Selain itu juga untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam mengembangkan kegiatan kesehatan dan KB. Beberapa kegiatan utama pada posyandu adalah KIA, KB, imunisasi, gizi, dan penanggulangan diare,” paparnya.

Kegiatan posyandu di Kelurahan Karangsari dimulai dengan membagikan masker kepada orang tua balita agar bidan dan masyarakat sekitar merasa aman dan tidak terkena Covid-19.

Selanjutnya dilakukan penimbangan balita, mengukur tinggi badan, kemudian menyerahkan buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) yang berisi catatan kesehatan ibu (hamil, bersalin dan nifas) dan anak (bayi baru lahir sampai anak usia 5 tahun), serta berbagai informasi cara memelihara dan merawat kesehatan ibu dan anak.(HS)

Melalui MotoGP Mandalika, Yoyok Sukawi Tekankan Pentingnya Infrastruktur untuk Tunjang Sport Tourism

Disiplinkan Prokes pada Masyarakat, Forkopimcam Patean Bagikan Masker Gratis