in

Mahasiswa KKN Undip Beri Sosialisasi dan Ajarkan Pembuatan Pupuk ke Warga Optimalkan Pertanian Agrikultur

Mahasiswa KKN Undip memberikan sosialisasi sekaligus pemberian pupuk PGPR untuk warga RT 02 RW 02, Kelurahan Gedawang, Kecamatan Banyumanik, Senin (2/8/2021).

 

HALO SEMARANG – Budi daya tanaman menjadi salah satu sumber mata pencaharian warga di RT 02/ RW 02, Kelurahan Gedawang, Kecamatan Banyumanik, Semarang. Berbagai jenis tanaman baik tanaman hias maupun tanaman pangan, seperti singkong, ketela, dan pepaya dibudi dayakan oleh warga di lahan-lahan yang tersedia.

Melihat potensi tersebut, Vincent Felix Tristanto, mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang mengambil langkah untuk lebih mengoptimalkan hasil pertanian agrikultur di Gedawang dengan cara membuat pupuk PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dari akar rumput gajah. Adapun kegiatan ini tergabung dalam rangkaian Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim 2 sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat sesuai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Dikatakan Vincent Felix Tristanto, seperti namanya, PGPR adalah pupuk organik yang dibuat dari Rhizobacteria atau bakteri akar tanaman untuk memacu pertumbuhan tanaman. Selain itu, PGPR juga dapat menghindarkan tanaman dari jamur atau bakteri patogen penyebab penyakit tanaman.

“Namun sayangnya, masih banyak orang yang belum tahu bahwa pupuk berkualitas seperti ini dapat dibuat dengan memanfaatkan akar tanaman liar seperti rumput gajah. Sehingga diperlukan sosialisasi lebih lanjut untuk memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar,” jelasnya, Senin (9/8/2021).

Sebagai perpanjangan tangan pengabdian masyarakat, Vincent pun membuat penjelasan dan prosedur pembuatan pupuk PGPR akar rumput gajah dalam bentuk modul infografis dan video tutorial yang dipublikasikan melalui media online (bit.ly/PGPRAkarRumputGajah) dan Youtube Channel, serta dibagikan via group Whatsapp warga setempat agar dapat diakses kapan saja dan dimana saja.

“Kegiatan pengabdian kemudian diakhiri dengan sosialisasi dan pembagian produk kepada warga,” imbuh Vincent, mahasiswa Teknis Kimia Undip Semarang.

Melalui program ini, diperoleh banyak respon positif dari warga, terutama yang berprofesi di bidang perkebunan. Salah satu warga RT 02 Raw 02, Gedawang, Zubari mengatakan, dirinya dan warga lainnya sangat terbantu dengan adanya program KKN dari Undip, sehingga bisa mempercepat hasil panen di kebunnya.

“Saya baru tahu ada jenis pupuk yang seperti ini, sangat bisa digunakan di kebun singkong dan pepaya saya untuk mempercepat panen. Diharapkan dengan adanya penyuluhan ini, potensi perkebunan Gedawang dapat terus meningkat menuju kualitas yang semakin baik,” pungkasnya.(HS)

Share This

Gudang Yang Terletak Di Banyumanik Terbakar, Kerugian Mencapai 300 Juta

Alih Fungsi, Asrama Haji Lampung Siap  Terima Pasien Covid-19