in

Mahasiswa KKN Undip Ajari Cara Penjernihan Limbah Minyak Bekas Manfaatkan Limbah Kulit Pisang

Mahasiswa KKN Undip memberikan edukasi tentang penjernihan limbah minyak jelantah dengan menggunakan limbah kulit pisang kepada warga RT 04/RW 02, Kelurahan Gedawang, Kecamatan Banyumanik, belum lama ini.

 

HALO SEMARANG – Universitas Diponegoro (Undip) kembali mengadakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) TIM II sebagai salah bentuk implementasi program Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Masyarakat. Kegiatan KKN ini diselenggarakan pada 30 Juni 2021 hingga 12 Agustus 2021 dengan mengusung tema “Sinergi Perguruan Tinggi dengan Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19 Berbasis pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)”.

Ada yang berbeda dengan pelaksanaan KKN kali ini, di mana setiap mahasiswa diperbolehkan untuk melakukan KKN di kampung halamannya masing-masing atau sesuai dengan domisilinya saat ini, mengingat kondisi pandemi yang masih berlangsung.

Billy Saputra, seorang mahasiswa dari Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan KKN-nya di Kelurahan Gedawang, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah, tepatnya di kawasan RT 04 RW 02.

Salah satu program yang diusulkannya dalam kegiatan KKN ini cukup menarik, yaitu “Penjernihan Limbah Minyak Jelantah Menggunakan Limbah Kulit Pisang”.

Program tersebut merupakan salah satu bentuk implementasi dari Sustainable Development Goals (SDG’s) yang sedang digencarkan oleh seluruh dunia saat ini.

Limbah rumah tangga seperti minyak goreng bekas untuk penggorengan yang biasanya sering disebut sebagai minyak jelantah dapat menjadi masalah serius dan memberikan efek yang berbahaya bila dikonsumsi terus menerus atau dibuang langsung ke alam.

Dikatakan Billy Saputra dengan dosen pembimbing lapangan Dr Khairul Anam, SSi, MSi, bahwa kulit pisang sendiri bersifat sebagai absorben yang artinya menyerap zat lain pada permukaannya tanpa reaksi kimia, sehingga dengan memanfaatkannya, minyak jelantah pun menjadi bening dan tidak berbau.

Adapun program ini dilaksanakan secara menyeluruh melalui Whatsapp Group warga RT 04 RW 02 Gedawang dari tanggal 16 Juli hingga 22 Juli 2021, dikarenakan kondisi yang tidak memungkinkan untuk menemui warga secara langsung akibat sedang diberlakukannya aturan PPKM.

“Program ini dijalankan dengan pemberian beberapa potongan modul, poster kegiatan dan video tutorial yang sudah disiapkan sebagai media untuk sosialisasi kepada warga. Kemudian diadakan secara berkala sebanyak 3 kali,” terangnya, Selasa (3/8/2021).

Selama kegiatan tersebut, lanjut Billy, warga cukup antusias dan memberikan respon yang positif, meskipun terbatas secara daring.
“Ada juga warga yang bertanya mengenai cara pengolahan lainnya yang dapat dilakukan dan membuat sosialisasi serta diskusi dengan warga menjadi cukup menarik,” ungkapnya.

Program ini, lanjut Billy, mendapatkan feedback yang sangat baik dari warga RT 04 RW 02, Kelurahan Gedawang. Hal itu ditunjukkan dengan beberapa warga yang sudah mulai mempraktikkan program yang disosialisasikan.

“Kegiatan sosialisasi yang dilakukan, menurut RT setempat juga sudah cukup baik. Harapannya dengan kehadiran program ini dapat membuat masyarakat perlahan mengubah pola hidupnya untuk mengolah limbah apa pun di sekitar mereka, sehingga dapat tercipta zero waste industry dan sekaligus dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat,” paparnya.

Ketua RT 04 RW 02 Gedawang, Busri juga mengatakan, bahwa di daerah Gedawang sendiri, persoalan limbah minyak jelantah masih belum ada penanganan dan akhirnya menumpuk di setiap rumah warga. Masyarakat juga masih bingung tentang bagaimana cara mengolah minyak jelantah agar tidak menjadi limbah yang berbahaya.

“Maka dari itu, dilakukan edukasi mengenai bagaimana mengolah minyak jelantah sehingga bermanfaat dan dapat digunakan kembali. Salah satu caranya adalah dengan menjernihkan kotoran yang ada di dalamnya menggunakan limbah kulit pisang,” pungkas Busri.(HS)

Share This

Kecelakaan Maut Di Jalan Kaligawe, Korban Meninggal Dunia Di Tempat Kejadian

Kasus Pembatalan Penjualan Tanah Yang Berujung Pelaporan Hukum, Begini Penjelasan Pihak Pelapor