Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ingatkan Pentingnya Pakai Masker dan 5M

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang sedang membagikan masker dan memberikan edukasi 5M kepada warga Desa Sukolilan, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal.

 

HALO SEMARANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram Dari Rumah (KKN MIT DR) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Kelompok 57, membagikan masker dan memberikan edukasi akan pentingnya menerapkan 5M di masa pandemi Covid-19 kepada warga Desa Sukolilan, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Sabtu (13/2/2021).

Melalui pembagian masker dan edukasi 5M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi), masyarakat diharapkan akan meningkatkan kesadarannya untuk terus mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 ini.

Ketua Koordinator Desa KKN MIT DR UIN Walisongo, Achmad Supriyanto mengatakan, bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya untuk mencegah dan melindungi warga dari penyebaran Covid-19 di era baru cara kerja hybrid.

“Dikarenakan banyak warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan, maka kami berinisiatif memberikan edukasi sekaligus membagikan masker untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ujar Supri.

Dengan memberikan edukasi dan pembagian masker ini, mahasiswa KKN mendapatkan respon baik dari warga. Terlebih kegiatan ini juga sebagai fungsi warga negara untuk saling mengingatkan ihwal pentingnya menerapkan protokol kesehatan.

Nurkholis, salah satu warga mengungkapkan, kegiatan edukasi dan pembagian masker ini sangat bermanfaat bagi warga.

“Saya sangat senang dengan adanya kegiatan seperti ini karena sudah mengingatkan warga di desa Sukolilan untuk mematuhi protokol kesehatan, dan sangat berterima kasih atas masker yang diberikan kepada warga secara gratis,” tuturnya.

Dirinya menambahkan, bahwa warga memang masih rendah kesadarannya untuk menerapkan 5M. Padahal, lanjutnya, sudah banyak informasi bahwa Covid-19 masih ada.

“Sering kita lihat di sepanjang jalan, kebanyakan masyarakat tidak menggunakan masker,” pungkasnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.