in

Madumongso Rasa Waluh, Jajanan Berbungkus Warna Warni Asal Jungsemi

Foto : Demakkab.go.id

 

HALO DEMAK – Bagi warga Demak dan sekitarnya, madumongso ini tentu sudah tak asing lagi. Jajanan ini juga banyak disajikan saat Lebaran.

Ahmad Fikri, perajin madu mongso rasa waloh, asal Desa Jungsemi Kecamatan Wedung, menuturkan makanan ringan yang dikemas dengan kertas minyak warna-warni  ini, sudah ada sejak lama. Bahkan konon sudah ada sejak zaman kerajaan di Jawa.

Makanan ringan yang mirip jenang, dengan rasa perpaduan asam dan manis ini, menurut dia berbahan dasar beras ketan. Akan lebih baik, jika menggunakan beras ketan hitam. Beras tersebut kemudian difermentasi untuk dibuat menjadi tape.

Setelah proses ini rampung, tape ketan tersebut ditambahkan dengan bahan-bahan lainnya, seperti nanas, waluh, juga gula dan penyedap rasa lainnya.

“Untuk pembuatannya seperti membuat dodol atau jenang. Dengan wajan yang besar, kemudian diaduk-aduk sampai adonan mengental seperti jenang. Prosesnya membutuhkan waktu lama, bahkan bisa lebih dari 4 jam, agar cita rasanya menonjol dan juga awet disimpan,“ kata dia, seperti dirilis Demakkab.go.id.

Setelah matang, adonan madu mongso ini, kemudian dibungkus kecil-kecil dengan plastik dan bungkus luar memakai kertas minyak seukuran jempol tangan orang dewasa.

Kemudian dikemas disesuaikan  ukuran dari seperempat kilo, setengah kilo bahkan ada yang satu kilo atau lebih.

Madumongso ini, menurut Fikri merupakan salah satu makanan khas yang disajikan di berbagai daerah setiap hari raya. Madumongso berasal dari kata madu dan mongso. Madu berarti cairan manis dari tumbuhan dan mongso yang berarti makanan atau berarti musim atau waktu.

“Madumongso diperkirakan sudah ada sejak zaman kerajaan, biasanya sajian ini  berada dalam lingkungan kerajaan dan  dalam berbagai acara. Maknanya madu mongso ini, berdasarkan filosofinya, yaitu saatnya kita menikmati manisnya madu saat Lebaran. Madu yang  digambarkan sebagi manisnya usaha atau perjuangan kita, dalam menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh dan mendapat kemenangan.“ tambahnya. (HS-08)

Napi Ini Melangsungkan Pernikahan Di Lapas Semarang

Kunjungi Pasar, Hartopo Masih Temukan Kerumunan Warga