Madrasah Harus Jadi Ruang Pembudayaan Pembelajaran

Foto : Kemenag.go.id

 

HALO SEMARANG – Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani, berharap madrasah tidak hanya menjadi tempat pengajaran, tetapi juga pembudayaan pembelajaran.

Menurutnya, hal itu penting untuk merespon pergeseran peradaban, dari abad industri ke abad pengetahuan. Pada masa itu, Indonesia harus memiliki sumber daya manusia yang memadai.

Kalau dulu sesuatu yang dijual adalah sesuatu yang tangible (nampak). Tetapi sekarang, kehidupan sering diukur berdasarkan ukuran yang intangible (tidak nampak).

“Pergeseran dari hal hal yang nyata menjadi sesuatu yang tidak nyata khususnya dalam ilmu, maka keunggulan dari sumber daya manusia terletak pada hal yang ia miliki yaitu ilmu, dan ketika bicara tentang ilmu maka pembudayaan pembelajaran itu menjadi proses yang elementer,” ujar Ali Ramdhani saat memberikan arahan dalam Workshop Pembinaan Guru Madrasah bertajuk Menyongsong Pembelajaran Millenial, seperti dirilis Kemenag.go.id, belum lama.

Menurut dia, suatu hal yang tetap adalah perubahan dan sesuatu yang pasti adalah ketidakpastian. Menjadi tugas bersama seluruh stakeholder Kemenag, termasuk madrasah, mempersiapkan anak didik agar mampu berkiprah di masa depan.

“Kami ingin menghadirkan mereka sebagai anak zaman, menjadi anak dari sebuah dinamika zaman, mereka yang beribukan waktu, berayahkan zaman, mampu menari bersama zaman untuk menarikan zaman,” ungkap Dirjen.

Sejalan dengan itu, guru dan tenaga kependidikan madrasah harus mampu menjadi agen perubahan, karena mereka mendapat tempat luar biasa di masyarakat.

“Guru memperoleh strata yang istimewa di masyarakat kita. Setiap ucapan guru dipandang masyarakat sebagai ilmu, dan setiap apa yang dilakukan adalah teladan,” tambah Dhani.

Dengan menjadi Agent of Change, kata Dhani, guru bertugas memperkokoh ruang ruang esensial peserta didik sehingga mereka menyadari dinamika pembelajaran.

“Hal paling esensial pada manusia terletak pada akalnya, yakni kemampuan dia berpikir. Dinamika pembelajaran hari ini menjelma menjadi warna dan corak kehidupan, karena hari ini terjadi perubahan pergeseran peradaban dari abad perindustrian sekarang masuk abad pengetahuan,” tandasnya.

Dirjen Pendis mengapresiasi Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kementerian Agama Bali atas prestasi yang telah diperoleh madrasah dalam kurun waktu terakhir.

“Madrasah adalah tempat pilihan dari anak bangsa untuk meningkatkan keagamaan pada satu sisi, dan di sisi lain juga kapasitas keilmuan yang mudah mudahan bermanfaat bagi dinamika kehidupan duniawi,” tutup Dirjen. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.