in

Lumpuh Dan Hidup Sebatang Kara, Poniman Diungsikan ke Panti Sosial Provinsi Jawa Tengah

Kondisi Poniman warga Kelurahan Karanganyar Gunung, Candisari, Kota Semarang.

 

HALO SEMARANG – Hidup sebatang kara, Poniman (68) dievakuasi ke Rumah Pelayanan Sosial Lansia Pucang Gading, Kota Semarang. Selain renta, pria ini sudah setahun mengalami lumpuh. Hidupnya hanya mengandalkan belas kasihan warga dan tinggal menumpang di sebuah bedeng yang dibuatkan oleh warga Kelurahan Karanganyar Gunung, Kecamatan Candisari, Kota Semarang.

Untuk mencapai gubugnya, harus melalui jalan kecil, yang terhimpit rumah warga. Setelah berjalan kurang lebih tiga meter, bedeng yang ditempati Poniman terlihat sangat sederhana.

Berukuran sekitar 3×2 meter, dinding bedeng yang di tempati Poniman terbuat dari lembaran kayu. Atapnya dari seng. Di dalamnya, ada sebuah dipan berlapis karpet, tempatnya berbaring. Sementara kamar mandi ada di sebelah kiri bedeng.

Menurut seorang warga, Nardianto, bedeng itu menempati lahan milik warga. Untuk membuat bedeng, warga pun bergotong royong.

Dikatakan Nardianto, sejak kecil Poniman memang tinggal di wilayah tersebut. Ia diangkat anak oleh seorang warga.

Namun, semenjak keluarga angkatnya meninggal, ia akhirnya kehilangan tempat bernaung. Poniman kemudian bekerja serabutan sebagai penjaga rumah kosong dan buruh.

“Sudah sejak setahun ini Poniman mengeluh sakit di boyok (punggung). Kalau dibuat duduk mengeluh sakit,” ujarnya, Sabtu (14/8/2021).

Karena sakitnya itu, Poniman akhirnya tak bisa berkegiatan. Oleh karenanya warga berinisiatif untuk iuran membantu Poniman. Warga setiap hari bergiliran memberi makan Poniman. Selain itu, warga pun beriuran untuk membayar seorang perawat. Setiap kepala keluarga beriuran Rp 12 ribu per bulan.

“Yang merawat Poniman ya saya, setiap hari saya mengambil makanan dari warga kemudian saya antarkan. Lalu kalau dia mau mandi saya bopong. Kalau buang kotoran, saya yang buang dan bersihkan,” ujarnya Nurdianto.

Kepala Panti Pelayanan Sosial Anak Mandiri, Erry Raharjono mengatakan, evakuasi Poniman menuju fasilitas pelayanan lansia di Pucang Gading, dilakukan pada Sabtu sore. Sebelum dipindahkan, Poniman terlebih dahulu menjalani tes Covid-19.

“Selanjutnya akan dipenuhi kebutuhan dasar mulai dari makan, ada layanan konseling, senam sehat, makanan tambahan berupa puding dan pakaian,” jelasnya.

Menurutnya, Poniman sebelumnya adalah penerima manfaat Kartu Jateng Sehat (KJS). Saat penyaluran kedua, Kepala Dinsos Jateng, Harso Susilo, pun meminta Poniman dirawat di panti sosial milik pemprov.

“Nanti Pak Poniman akan dirawat sampai seterusnya. Semisal punya umur panjang ya selama itu akan dirawat,” imbuhnya.

Erry mengatakan, hingga saat ini terdapat 87 penghuni rumah pelayanan lansia sosial di Pucang Gading. Dari jumlah itu, 33 di antaranya perlu penanganan lebih lanjut karena faktor usia dan keterbatasan gerak.

“Kalau untuk KJS nya Pak Poniman akan dialihkan ke orang lain. Karena di sini sudah dipenuhi dan disupport kehidupan sehari-hari,” pungkas Erry.(HS)

Share This

Chandler Dulu, Poirier Kemudian

Wujud Rasa Syukur, Lapas Terbuka Kendal Gelar Tasyakuran Bersama Warga Binaan