Luas TPA Jetis Perlu Ditambah 5.000 Meter Persegi

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DNLH) Kabupaten Purworejo Al Bambang Setiyawan MSi, bersama Bupati Purworejo RH Agus Bastian SE MM, meninjau kondisi TPA Gunung Tumpeng. (Foto : Purworejokab.go.id)

 

HALO PURWOREJO –  Lahan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Gunung Tumpeng, Desa Jetis Kecamatan Loano, perlu ditambah sekitar 5.000 meter persegi. Hal itu karena lahan yang ada saat ini makin menipis dan sampah juga kian menggunung.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DNLH) Kabupaten Purworejo Al Bambang Setiyawan MSi, ketika mendampingi Bupati Purworejo RH Agus Bastian SE MM, meninjau kondisi TPA Gunung Tumpeng, Rabu (10/3).

Menurut dia, TPA Jetis sebenarnya hanya untuk menampung sampah perkotaan dan perumahan. Tetapi sejak 2020, sampah dari pasar juga masuk ke tempat itu.

“Setiap hari TPA Jetis menerima 40 ton sampah,” kata dia.

Upaya mengurangi volume sampah sebenarnya juga sudah dilakukan, antara lain dengan pembuatan kompos. Namun demikian, dalam setahu, produksi kompos hanya mampu mencapai 25 ton.

“Dengan meningkatnya volume sampah, maka akan mempengaruhi kapasitas TPA Jetis,” terang Bambang.

Lebih lanjut Bambang, di TPA Jetis terdapat tiga sel, yang diproyeksikan akan mampu menampung dan mengelola sampah hingga tahun 2022. Namun pada tahun 2021 ini, sampah sudah terlihat menumpuk.

“Diperlukan penambahan area sekitar 5.000 meter persegi. Selain itu juga diperlukan penambahan sarana peralatan. Anggaran untuk tanah sekitar Rp 1,3 miliar, sedangkan peralatan bego dan buldoser senilai Rp 6 miliar. Total 7,3 miliar yang telah kami usulkan pada 2022,” imbuh Bambang.

Sementara itu, Bupati Purworejo RH Agus Bastian SE MM menilai perlu adanya peningkatan teknologi pengolahan sampah yang lebih baik di TPA Jetis. Lahan yang semakin lama semakin terbatas, menuntut pamanfaatan teknologi, agar dapat mengolah sampah menjadi produk yang bermanfaat.

“Penambahan area TPA tidak dapat terus dilakukan. Mau selebar apapun tidak akan bisa. Satu-satunya jalan adalah penerapan tekonologi, bagaimana sampah ini didaur ulang untuk menghasilkan produk-produk yang bermanfaat,” kata Bupati.

Bupati menambahkan, pemrosesan pupuk di TPA Jetis telah dilakukan sejak lama. Namun jika pemrosesan pupuk terus dilakukan secara manual, maka tidak akan banyak bermanfaat bagi masyarakat. Diperlukan pengolahan yang lebih baik, guna menghasilkan pupuk, sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Secepatnya, tahun 2022 paling tidak kita sudah harus memulai itu. Yang prinsip kita harus dapat mengelola sampah di seluruh wilayah Kabupaten Purworejo dengan baik,” imbuh Bupati. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.