Halo Semarang
Take a fresh look at your lifestyle.

Lowongan Kerja Di BRT Trans Semarang Dibuka, Ribuan Orang Antusias Mendaftar

Sejumlah karyawan BRT Trans Semarang melayani penumpang yang menggunakan moda transportasi massal dari halte Simpang Lima Semarang.

HALO SEMARANG – Sejak dibuka lowongan pendaftaran untuk perekrutan calon karyawan BRT Trans Semarang dari awal September 2019 lalu hingga 4 Oktober 2019 mendatang, disambut antusias oleh warga Kota Semarang. Hingga saat ini pada hari kedua saja, terpantau di website karir.transsemarang.semarangkota.go.id tercatat sudah ada 1.712 orang yang telah mendaftarkan diri.

Kepala BLU UPTD Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan mengungkapkan, jika perekrutan karyawan dilakukan secara online. Lamaran pekerjaan tersebut dibuka mulai 23 September hingga 4 Oktober 2019 mendatang.

Ade menyebutkan memang antusiasme dari warga cukup tinggi untuk bergabung menjadi karyawan di Badan Layanan Umum Trans Semarang unit teknis Dinad Perhubungan Kota Semarang. Hal ini terlihat dari banyaknya jumlah pendaftar. Padahal Kebutuhan karyawan total yang tertera di Website hanya 215 orang.

“Yakni terdapat 6 formasi lowongan pekerjaan yang dibuka Trans Semarang, yakni Staf Administrasi 2 orang, Petugas Persiapan Armada (PPA) 4 orang, Petugas Tiketing Armada (PTA) 175 orang, Petugas Kasir 8 orang, Pengawas Armada (PA) 18 orang, dan Petugas Timer 8 orang,” katanya, Senin (30/9/2019).

Bagi calon pelamar, lanjut Ade, diimbau untuk tidak terburu-buru dalam mengisi form online yang sudah disiapkan di halaman web. Di website telah diberikan petunjuk tata cara melamar secara online. “Pastikan untuk persyaratan berkas lamaran pekerjaan tersebut dilengkapi sesuai dengan formasi yang diinginkan. Karena tiap formasi akan berbeda persyaratannya,” imbuhnya.

Dan tidak ada toleransi jika ada kesalahan input yg dilakukan oleh peserta. Artinya peserta bertanggung jawab penuh atas apa yang mereka upload ke dalam sistem. Dan akan langsung dinyatakan gugur dalam tahap verifikasi jika tidak sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan.

Seperti diberitakan sebelumnya, BRT Trans Semarang pada November 2019 berencana membuka koridor kedelapan yang akan melayani rute Terminal Cangkiran – Gunungpati – Manyaran – Kalibanteng – Balai Kota – Pulang Pergi.

“Selain menambah koridor, kami juga berencana mengembangkan rute feeder atau angkutan penumpang pada bulan November 2019,” jelas Ade.

Nantinya, tiap rute feeder akan dioperasionalkan 22 unit menggunakan armada ELF (Long chassis). Direncanakan hingga 2021 sudah empat rute feeder berjalan. Yang dimaksud dengan armada feeder adalah kendaraan ELF long chasis yang bisa menjangkau kawasan permukiman yang tidak bisa dilalui armada Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang

Keberadaan empat rute feeder ini diharapkan bisa melayani transportasi masyarakat di berbagai wilayah permukiman.

“Banyak wilayah perkampungan maupun perumahan yang tidak mempunyai kualitas lebar jalan yang memenuhi syarat untuk dilewati armada kami, sehingga kami berencana mengembangkan feeder,” imbuh Ade.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memberikan arahan kepada Dishub untuk terus mengoptimalkan pelayanan trasportasi massal yang ada, dalam hal ini Bus Trans Semarang. Pasalnya, menurutnya, masih ada laporan terkait kritik yang disampaikan oleh warga. Yaitu masih adanya sopir BRT yang ugal-ugalan di jalan saat mengemudikan bus.
Selain itu masih ada kondisi armada yang mengeluarkan kepulan asap hitam dari knalpot bus.

“Kalau sopirnya di jalan sering menyalip kendaraan lain di jalan, bisa membahayakan penumpang yang ada di dalam. Saya minta Dishub, BLU Trans Semarang dengan segera bisa membenahi baik para kru maupun perbaikan armada BRT tersebut,” ujarnya, baru-baru ini.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang