in

Lonjakan Angka Covid-19 Tembus 1.992 Kasus, Pemkot Semarang Perketat Aturan

Ilustrasi corona.

 

HALO SEMARANG – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mulai Selasa (22/6/2021) kembali akan mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwal) terkait revisi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM), untuk menekan lonjakan angka Covid-19 yang saat ini tembus 1.992 kasus.

Jumlah kasus tersebut naik dari sebelumnya hanya ada 300 kasus positif virus Corona, yang saat ini hampir mencapai dua ribu kasus.

Sehingga Pemerintah Kota Semarang mulai Selasa (22/6/2021) mengeluarkan kebijakan/aturan untuk lebih memperketat aktivitas masyarakat, termasuk mengurangi jam operasional tempat usaha.

Dan juga menutup sementara tempat wisata dan tempat hiburan, seperti usaha SPA, dan karaoke.

“Ini sebuah keputusan penting yang harus diambil untuk tekan lonjakan kasus Covid-19 di Kota Semarang. Dan keputusan ini merupakan hasil rekomendasi Ketua Tim Satgas Provinsi Jateng yang sekaligus Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, serta sesuai hasil rapat koordinasi yang dipimpin Sekda Kota Semarang. Kami mulai besok (Selasa-red) akan mengeluarkan Perwal terkait pengaturan jam operasional buka tutup tempat usaha,” kata Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang kepada awak media, Senin (21/6/2021).

Jika sebelumnya untuk jam tutup tempat usaha pukul 22.00, mulai Selasa (22/6/2021) semua aktivitas tempat usaha, yakni warung, restoran harus tutup pukul 20.00.

“Aktivitas semua tempat hiburan ditutup dulu, memang ini cukup berat tapi penderita Covid-19 di Kota Semarang makin banyak. Warga juga kesulitan untuk mendapatkan tempat tidur di rumah sakit dan tempat isolasi,” imbuhnya.

Dikatakan Hendi, untuk jenis tempat hiburan yang harus tutup mulai besok seperti karaoke, SPA, termasuk bioskop.

“Dan tempat wisata, misal Semarang Zoo juga ditutup. Untuk warung dan restoran boleh buka usahanya, tapi hanya maksimal 50 persen dari kapasitasnya. Dan diimbau warga untuk take away, atau kalau makan di tempat harus diperhatikan kapasitasnya,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Hendi, untuk perusahaan swasta yang berada di Kota Semarang juga diimbau untuk mengatur jam kerja karyawannya dengan baik.

“Kalau di tempat kami ada WFH. Di swasta bisa dibatasi misalnya satu shift, diatur jadi dua shift. Sehingga tidak penuh kantor atau pabriknya, kalau kapasitasnya 50 orang sudah penuh. Ya, maka yang masuk 30 orang saja, dan 20 orangnya bisa diatur lagi,” terangnya.

Kemudian terkait kegiatan sosial budaya, seperti seminar dan seni budaya yang potensi membuat keramaian sementara ditunda.

“Sedangkan untuk acara pernikahan dan pemakaman maksimal dihadiri 50 orang. Dan kegiatan di tempat ibadah dibatasi hanya 50 persen dari kapasitasnya,” katanya.

Dan untuk ASN mulai besok, aturan harus menggunakan transportasi umum setiap hari Selasa ditiadakan.

“Dan ASN bisa kembali ke kendaraan pribadi masing-masing. Juga dengan pembatasan aktivitas kerja ASN untuk masuk kantor, seperti tetap menerapkan WFH work from home,” pungkasnya.(HS)

Share This

1.057 Kasus Aktif, Angka Covid-19 di Kendal Sangat Mengkhawatirkan

Dilantik Jadi Anggota DPRD Kota Semarang, Ini Harapan Cahyo Adhi Widodo