Lokasi Islamic Center Dibersihkan, 51 Warga Belum Ambil Uang Kompensasi

Pemkab Batang membersihkan lokasi yang akan dijadikan Islamic Center Batang (ICB), dengan menggunakan beberapa eskavator, dan dikawal Polres, Kodim, dan Satpol PP. (Foto : Batangkab.go.id)

 

HALO BATANG – Pemkab Batang tetap membersihkan lokasi yang akan dijadikan Islamic Center Batang (ICB). Sementara itu masih ada 51 warga, yang belum mengambil uang kompensasi.

Pembersihan dengan menggunakan beberapa eskavator itu, mendapat penjagaan dari Polres, Kodim, dan Satpol PP.

Kepala Dinas Perhubungan Batang, Murdiyono saat memantau jalannya pembersihan di Dukuh Petamanan, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Kamis (18/3), mengatakan kegiatan tersebut telah disosialisasikan tiga hari sebelumnya, agar warga setempat mengosongkan lokasi tersebut.

“Hari ini warga sudah secara pribadi mengosongkan lokasi tersebut, bahkan ada yang berinisiatif membongkar bangunan sendiri. Kalau ada alat berat di sini, hanya untuk meratakan sebagian kecil saja yang belum sempat,” kata dia, seperti dirillis Batangkab.go.id.

Dia menegaskan, yang terpenting dari kegiatan hari ini diupayakan semua bangunan sudah tidak berpenghuni.

“Ada 51 warga yang belum mengambil uang kompetensi,” jelasnya.

Dijelaskannya, jumlah nominal uang kompensasi bangunan sangat bervariasi, tergantung luasnya rumah yakni Rp 2 juta hingga Rp 3 juta.

Kepala Dinas PUPR Batang Nursito, mengatakan untuk pembangunan ICB saat ini sedang dalam proses lelang dan diperkirakan pertengahan April mendatang sudah diketahui pemenangnya.

“Nantinya pembangunan akan dilakukan dalam dua tahap, dan ditentukan mana saja yang bisa didahulukan. Target pembangunan akan dimulai awal bulan Juni, Insyaallah kita punya waktu 6 bulan untuk pengerjaan tahap pertama,” terangnya.

Dia menerangkan, pada tahap pertama pengerjaan telah dianggarkan sebesar Rp14 miliar. Sedangkan untuk pembangunan di tahap kedua dianggarkan Rp 26 miliar.

“Pembangunan ICB ini akan mencakup beberapa obyek bangunan. Kita belum tahu persis mana saja yang akan dibangun, tapi kami akan mengutamakan pembangunan miniatur Ka’bah sebagai media manasik haji,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, salah satu warga Yuli menuturkan, untuk pembersihan bangunan sudah ada pemberitahuan tiga hari sebelumnya, tetapi tetap saja warga harus mempersiapkan semua.

“Ya persiapan tetap warga kalang kabut semua karena sudah kelelahan. Saya saja rumahnya baru hari ini dirobohkan,” ungkapnya.

Ia mengatakan, ada sebagian warga yang telah mengambil uang kompensasi, namun masih cukup banyak pula yang belum mengambil. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.