Lindungi Nilai-nilai Kebangsaan Perlu Upaya Preventif

Anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah, Arifin Mustofa sedang memaparkan wawasan kebangsaan di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (17/04/2021).

 

HALO SEMARANG – Anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah, Arifin Mustofa meminta masyarakat untuk memperkuat wawasan kebangsaan sebagai upaya pemantapan ketahanan daerah dalam menghadapai perkembangan teknologi yang kian massif.

Hal itu disampaikannya dalam Seminar Pemantapan Ketahanan Ekonomi, Sosial dan Budaya dalam Upaya Memperkuat Integrasi Daerah yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (17/04/2021).

Menurutnya, akselerasi perkembangan teknologi membuat arus globalisasi semakin cepat, hal ini berpeluang menyebabkan degradasi nilai-nilai kedaerahan pada masyarakat.

- Advertisement -

“Hari ini kita dihadapkan pada arus globalisasi yang berkembang sangat cepat, ada peluang dan sekaligus ada ancaman bagi bangsa ini. Penguatan wawasan kebangsaan dapat menjadi benteng terhadap ancaman degradasi nilai-nilai kedaerahan,“ katanya.

Baginya, menjadi ancaman jika tidak dilakukan upaya prefentif. Arifin merangkum tantangan generasi bengsa menjadi tujuh, yaitu fashion (gaya berpakaian), food (makanan), free thinking (kebebasan berfikir), fun (kesenangan), free sex (seks bebas), friction (perselisihan), dan film.

“Khusus untuk ancaman kita harus menyelesaikan dengan kemampuan diri kita sebagai bangsa İndonesia dengan berdasar pada 4 pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI,” terangnya.

Selain itu, Arifin menyampaikan, terdapat tiga faktor perkembangan yang sangat berdampak yaitu informasi, komunikasi, dan transportasi.

“Informasi saat ini sangat mudah didapat, di manapun dan kapanpun masyarakat akan sangat mudah mengakses. Sehingga harus ada filter agar arus informasi didominasi oleh informasi yang baik,” ujar pria yang menjabat Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Jateng ini.

“Cara masyarakat berkomunikasi juga berubah, hingga mengubah gaya komunikasi masyarakat terutama anak muda yang cenderung kreatif berkomunikasi seperti menggunakan meme, podcast, short video dan sebagainya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Arifin menjelaskan, hadirnya transportasi online juga mengubah gaya hidup masyarakat untuk mendapatkan sesuatu dengan lebih praktis dan instan.

Arifin menekankan tiga prinsip utama untuk memperkuat wawasan kebangsaan yaitu, mejaga budaya tradisi asli bangsa Indonesia. Kemudian memanfaatkan kemajuan teknologi untuk memperkenalkan budaya bangsa di dunia internasional, dan mencintai budaya asli Indonesia.

“Tiga prinsip ini dapat dilakukan dimulai dari diri sendiri, keluarga, komunitas masyarakat RT/RW, desa, dan Republik Indonesia.” tandasnya.

Acara ini juga dihadiri oleh berbagai perwakilan elemen masyarakat dari Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Mahasiswa, Purna Paskibra, Karang Taruna dan Kesbangpol Se-Jawa Tengah.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.