Limbah APD Pilkada di Rembang Dimusnahkan di Rumah Sakit

Petugas KPPS membuang limbah berupa sarung tangan sekali pakai. (foto:Rembangkab.go.id)

 

HALO REMBANG – Limbah berupa alat pelindung diri (APD) yang digunakan oleh petugas KPPS dan pemilih saat pemungutan suara di Kabupaten Rembang, mendapat perlakuan khusus. Limbah itu akan dikumpulkan dan dimusnahkan oleh Rumah Sakit Dokter R  Soetrasno.

Seperti diketahui, pilkada serentak di berbagai kabupaten dan kota tahun ini, berlangsung pada masa pandemi Covid-19. Berbagai upaya dilakukan agar pesta demokrasi tetap berlangsung, tanpa adanya penularan Covid-19.

Selain harus mematuhi protokol kesehatan, setiap pemilih yang datang ke tempat pemungutan suara, juga diberi perlengkapan tambahan, antara lain berupa sarung tangan sekali pakai.

Selain pemilih, petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) juga mengenakan berbagai alat pelindung diri tersebut.

Sarung tangan dan APD tersebut akan menjadi limbah yang harus mendapat penanganan. Karena itu, kemudian Penjabat Sekda Rembang Edy Supriyanta, memerintahkan agar limbah-limbah tersebut dikumpulkan di kecamatan, untuk kemudian diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ke Rumah Sakit dr R Soetrasno Rembang. Selanjutnya limbah tersebut akan diolah dan dimusnahkan.

“Sudah kami koordinasikan, nanti limbah APD di semua TPS dikumpulkan di masing- masing kecamatan. Kemudian pihak Rumah Sakit dr. R. Soetrasno mengambil dan akan di musnahkan atau diolah melalui unit pengolahan APD, ” ujarnya.

Pengumpulan limbah APD ke Kecamatan akan dilaksanakan mulai Kamis (10/12) hingga Sabtu (12/12). Limbah APD TPS ini meliputi sarung tangan plastik yang digunakan pemilih, sarung tangan latek dan masker yang dipakai KPPS.

Di Rembang ada 1.365 TPS. Jumlah berat limbah APD per TPS ini rata-rata 0,7 kilogram. Dengan demikian jika ditotal, maka berat APD dari seluruh TPS di Rembang mencapai  955, 5 kilogram. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.