Liluk: Rumah Rusak Karena Bencana, Bisa Dimasukkan ke RTLH

Rumah salah satu warga di RT 01 RW 5, Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu rusak parah akibat dihantam banjir akibat luapan dari Kali Bringin, beberapa waktu lalu.

 

HALO SEMARANG – Gelombang tinggi yang menghantam kampung Tambak Mulyo membuat belasan rumah rusak parah. Belum lama ini tiga rumah di Kecamatan Tugu pun rusak karena diterjang banjir, DPRD Kota Semarang mendorong dinas teknis untuk melakukan inventarisasi, salah satunya memasukkan ke program rumah tidak layak huni (RTLH).

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Wahyoe ‘Liluk’ Winarto mengatakan, jika rusaknya rumah warga akibat bencana, menjadi kewajiban pemerintah untuk memberikan bantuan. Selain itu juga harus ada pemetaan terkait rumah-rumah warga yang rawan bencana.

“Pemetaan harus ada, pemerintah pun harus memberikan bantuan jika terlanjur sudah rusak terkenda bencana,” tuturnya, Jumat (11/12/2020).

Liluk menerangkan, jika dimungkinkan, bantuan kepada masyarakat yang rumahnya rusak bisa melalui program RTLH milik Pemerintah Kota Semarang, asalkan tidak melanggar aturan yang ada.

“Misalnya dimasukkan ke RTLH, kalau bisa ya tidak apa-apa, asalkan aturannya boleh. Intinya adalah meringankan beban masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi C DPRD Kota Semarang, Suharsono menjelaskan, prosentase rumah tidak layak huni di Semarang saat ini semakin kecil. Sehingga program RLTH yang dimiliki Pemkot Semarang, bisa saja bergeser ke langkah antisiapasi rumah warga yang terdampak rob da banjir di Semarang.

“Setiap tahun kan rob ini dialami warga yang rumahnya berbatasan langsung dengan pantai. Nah bisa saja RTLH ini digeser ke sini untuk membantu warga yang rumahnya sudah tidak layak,” tuturnya.

Suharsono menjelaskan, jika memang bisa digeser, Pemkot Semarang atau dinas teknis, bisa melakukan pemetaan bantuan RTLH. Dikarenakan bantuan RTLH ini juga ada pula yang bersumber dari Provinsi dan Pemerintah Pusat.

“Harus dipetakan dulu, misalnya mana yang kuat dikover oleh kota, dan mana yang tidak,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perikanan Kota Semarang, Nur Kholis menerangkan, akibat gelombang laut yang tinggi di pesisir Kota Semarang, selain rumah rusak terkena hantaman ombak, juga ada 19 kapal rusak dan empat kapal tenggelam. Hal ini terjadi di kampung nelayan Tambaklorok, Semarang.

”Kami berusaha memfasilitasi bantuan dengan menyampaikannya kepada DKP Jateng, karena wewenang tersebut memang ada di sana,” terangnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.