Liluk: Jembatan Putus Di Gunungpati Ganggu Akses Warga

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Semarang, Wahyu “Liluk” Winarto (kanan) saat memberikan bantuan sembako kepada warga terdampak bencana tanah longsor di RT 2 dan RT 5 RW 1 Kelurahan Sukorejo, Gunungpati, baru-baru ini.

 

HALO SEMARANG – Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda beberapa wilayah di Kota Semarang, mengundang keprihatinan banyak pihak. Salah satunya DPC Partai Demokrat Kota Semarang yang ikut berperan aktif membantu warga terdampak bencana.

Salah satunya di wilayah RT 2 dan RT 5 RW 1 Kelurahan Sukorejo, dan Kelurahan Pongangan yang termasuk wilayah Kecamatan Gunungpati, Semarang.
Kondisi di lokasi bencana tanah longsor ini, perlu perhatian baik dari instansi pemerintah maupun donatur yang peduli.

Selain merusak beberapa rumah warga, tanah longsor juga menyebabkan satu jembatan permanen yang selama ini menjadi akses warga di dua RT tersebut saat ini putus. Hal ini imbas bencana tanah longsor pada Sabtu (6/2/2021) setelah hujan deras mengguyur Kota Semarang dari Jumat (5/2/2021) malam hingga Sabtu (6/2/2021) dini hari.

“Akibat kejadian jembatan putus ini, sangat mengganggu aktivitas warga sekitar yang biasa menggunakan jembatan itu sehari-hari. Sehingga saat ini terpaksa mereka harus memutar jalan menjadi lebih jauh hingga sejauh lima kilometer, untuk sampai ke kampung sebelah, yang sebelumnya hanya ditempuh hanya lima menit,” terang Ketua DPC Partai Demokrat Kota Semarang, Wahyu Winarto, Minggu (14/2/2021).

Liluk, sapaan akrabnya, menambahkan, jembatan ini penting untuk akses warga. Saat ini di lokasi jembatan putus masih ditutup, dipasangi police line, dan belum bisa dilewati warga.

“Memang dari Pemkot Semarang, atau dinas terkait PU dan camat setempat sudah meninjau lokasi jembatan putus ini. Saya yakin sudah ada perencanaan perbaikan pembangunan,” paparnya.

Liluk berharap, agar segera dilakukan perbaikan jembatan oleh Pemkot Semarang. Sehingga bisa dimanfaatkan kembali untuk aktivitas masyarakat.

“Selain jembatan putus, longsor yang terjadi juga merusak beberapa rumah warga yang berada di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) atau bantaran sungai,” katanya.

Saat ini warga masih menempati rumah yang rusak, namun dengan rasa was-was. Apalagi, setiap kali turun hujan deras muncul kekhawatiran akan ada longsor susulan.

Liluk juga mengimbau untuk warga yang terdampak dan berada di daerah rawan bencana, baik banjir dan tanah longsor, agar meningkatkan kewaspadaan karena masih musim hujan.

“Masyarakat berkoordinasi dengan dinas terkait dan pemerintah setempat, baik itu lurah dan camat di wilayahnya. Agar jika terjadi longsor susulan, warga bisa dievakuasi ke tempat sementara atau relokasi yang lebih aman untuk mengungsi,” harapnya.

Salah satu warga setempat, Toni menyampaikan, warga yang rumahnya rusak akibat pergeseran tanah dan longsor saat ini ada yang masih tinggal di rumahnya masing-masing.

Namun sebagian mengungsi ke rumah tetangga yang bisa ditempati. Sementara, barang-barang mereka dititipkan ke saudara masing-masing.

Dapur umum telah dibuat untuk mencukupi kebutuhan makan warga yang terdampak. Dia bersyukur, dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan bagi warga terdampak.

“Sembako sudah banyak yang masuk. Paling yang masih kurang vitamin dan susu untuk anak-anak,” pungkasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.