Lift JPO Sky Bridge Pandanaran Belum Berfungsi, Dishub Akan Konfirmasi Distaru

Suasana Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) atau Sky Bridge yang menyatu dengan gedung parkir menuju pusat oleh-oleh Pandanaran Semarang.

 

HALO SEMARANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang menyatakan akan menanyakan kepada Dinas Penataan Ruang (Distaru), terkait belum berfungsinya lift Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sky Bridge Pandanaran menuju pusat oleh-oleh Pandanaran.

Sebab, setelah dibuka pada Januari 2020 lalu, salah satu lift di Sky Bridge yang digunakan pengunjung untuk turun dan naik dari dan menuju pusat oleh-oleh Pandanaran saat ini masih belum berfungsi.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Endro P Martanto mengatakan, pihaknya akan mengecek kondisi lift di JPO Sky Bridge, dan akan melakukan koordinasi dengan Dinas Penataan Ruang (Distaru).

Memang secara pengelolaan gedung parkir ini dengan konsep kerja sama dengan pihak ketiga.

“Termasuk juga pengelolaan Sky Bridgenya, seperti pengamanan dan kenyamanan bagi pengunjung. “Lift di Sky Bridge kan merupakan fasilitas penghubung pengunjung dari gedung parkir ke pusat oleh-oleh Pandanaran. Nanti kita akan cek, lift di Sky Bridge-nya, selanjutnya kita akan koordinasikan dengan Distaru terkait hal itu,” ujarnya, Minggu (21/3/2021).

Endro menambahkan, setelah dibuka untuk umum, hingga pertengahan tahun 2020, JPO Sky Bridge juga terkena dampak dari pandemi Covid-19.

“Otomatis hal ini membuat tingkat pengunjung ke pusat oleh-oleh Pandanaran pun ikut turun drastis. Sedangkan untuk fasilitas gedung parkir, dibangun untuk pengunjung atau wisatawan yang singgah di pusat oleh-oleh untuk berbelanja,” katanya.

Tujuannya, lanjut dia, agar mengurangi kemacetan lalu lintas di ruas Jalan Pandanaran, dan pembangunan Gedung Parkir ini sudah berdiri selama dua tahun.

“Untuk membuat arus lalu lintas di Jalan Pandanaran lancar, Posko Dishub juga berada di gedung parkir ini, untuk memudahkan memantau jika ada kendaraan berhenti di dekat toko oleh-oleh, terutama sepanjang ruas Pandanaran langsung kami arahkan agar masuk ke gedung parkir. Selain itu kami memasang beberapa rambu larangan berhenti di beberapa titik di sana,” terangnya.

Seperti diketahui, fasilitas lift di Sky Bridge Pandanaran hingga saat ini belum berfungsi sehingga pengunjung belum bisa memanfaatkannya dengan baik. Tidak berfungsinya lift yang ada, memaksa pengunjung harus menggunakan tangga darurat.

Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Joko Santoso mendorong agar fasilitas yang ada di Sky Bridge termasuk semua lift bisa difungsikan dengan baik dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Sebaiknya, kata dia, pengelolaan gedung itu diserahkan ke salah satu dinas untuk mengampu atau mengelola Sky Bridge ini.

“Kalau lifnya saja masih terkunci dan ditutup, nanti pengunjung yang mau lewat ke pusat oleh-oleh Pandanaran, lewat mana. Kalau lewat menggunakan tangga agak kesulitan, karena turunannya memutar dan cukup curam, apalagi kan difable juga ikut memakainya,” ujarnya, baru-baru ini.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.