Lift Di JPO Sky Bridge Pandanaran Belum Berfungsi, Warga Terpaksa Gunakan Tangga Manual

Suasana Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) atau Sky Bridge yang menyatu dengan gedung parkir menuju pusat oleh-oleh Pandanaran Semarang.

 

HALO SEMARANG – Setelah resmi dibuka untuk masyarakat umum pada Januari 2020 lalu, ternyata jembatan penyeberangan orang (JPO) atau Sky Bridge Pandanaran saat ini belum bisa dimanfaatkan oleh warga atau pengunjung yang akan berbelanja ke pusat oleh-oleh Jalan Pandanaran.

Sebab lift untuk naik ke jembatan penyeberangan tersebut belum berfungsi. Dari pantauan, nampak suasana di Sky Bridge begitu lengang.

Hanya beberapa anak-anak yang terlihat berada di balkon tengah, dan bermain di sekitar taman dekat air mancur di bawahnya.

Sedangkan untuk pengunjung pusat oleh-oleh Pandanaran, banyak yang belum memarkirkan kendaraannya di gedung parkir Pandanaran.

Salah satu warga, Ani mengatakan, Jembatan Sky Bridge ini cukup bagus dan unik untuk selfie maupun tempat refreshing. Namun, lift yang sudah ada belum berfungsi dengan baik, sehingga untuk naik pengunjung harus melalui tangga darurat yang memutar cukup curam.

“Sehingga saat saya berjalan merasa was-was, apalagi kalau mengajak anak-anak kan harus ekstra lebih hati-hati lagi,” katanya.

Sementara anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Joko Santoso mengatakan, belum banyak warga yang memanfaatkan jembatan penyeberangan orang atau Sky Bridge Pandanaran, karena masih dalam suasana pandemi Covid-19.

Pengunjunh yang menuju ke pusat kuliner dan oleh-oleh Pandanaran pun jumlahnya turun dibanding saat keadaan normal sebelum pandemi.

“Namun, agar fungsi Sky Bridge ini menjadi maksimal, solusi saya di depan toko-toko pusat oleh-oleh Pandanaran diberi pembatas. Tentunya dengan memperhatikan estetika. Supaya mobil maupun kendaraan roda dua, tidak bisa berhenti di tepi jalan maupun memarkir di depan toko-toko tersebut untuk menurunkan penumpang. Karena hal itu bisa menyebabkan kemacetan di ruas Jalan Pandanaran,” katanya.

Selain itu, di sepanjang ruas Jalan Pandanaran juga harus disiapkan petugas dari Dishub yang melakukan patroli rutin maupun mengarahkan kendaraan untuk parkir di lahan parkir yang disediakan.

“Dan satu lagi, untuk akses masuk ke gedung parkir menurut saya kurang lebar, sehingga untuk mobil sulit melakukan manuver. Sehingga perlu adanya perbaikan atau penyesuaian untuk akses masuk gedung parkir agar nantinya lebih memudahkan pengendara,” imbuhnya.

Dan yang tak kalah penting, kata Joko, pihaknya mendorong agar fasilitas yang ada di Sky Bridge, termasuk semua lift bisa difungsikan dengan baik dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Sebaiknya, pengelolaan gedung itu diserahkan ke salah satu dinas untuk mengampu atau mengelola Sky Bridge ini,” katanya.

“Kalau lifnya saja masih terkunci dan ditutup, nanti pengunjung yang mau lewat ke pusat oleh-oleh Pandanaran kesulitan naik. Kalau lewat menggunakan tangga agak kesulitan, karena turunannya memutar dan cukup curam. Apalagi kan difable juga ikut memakainya,” ujarnya.(HS)

 

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.