in

Libur Lebaran, Objek Wisata Dipadati Pengunjung

Objek wisata Pantai Ngebum di Desa Mororejo,  Kecamatan Kaliwungu Selatan,  Kabupaten Kendal jadi salah satu tenpat jujugan bagi wisatawan untuk menikmati masa libur Lebaran, Jumat (7/6/2019).

HALO SEMARANG – Pada masa libur Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah, di beberapa objek wisata di Kota Semarang dan sekitarnya jadi tempat jujugan wisatawan baik dari mancanegara maupun domestik. Bahkan,  jumlah kunjungan di objek wisata tersebut meningkat signifikan sejak hari H Lebaran atau Rabu (5/6/2019) lalu. Seperti di destinasi wisata Semarang Zoo, jumlah pengunjung pada H Lebaran, tercatat sebanyak 3.448 orang. Sedangkan pada Jumat (6/6/2019), terjadi peningkatan signifikan menjadi 12.457 orang.

“Untuk harga tiket masuk ke Semarang Zoo libur Lebaran ini ada kenaikan menjadi Rp 20 ribu per orang, sebelumnya Rp 15 ribu saat weekend. Harganya ada kenaikan Rp 5 ribu per orang dibandingkan dengan sebelumnya,” kata Acti Evan Anthadona,  Manager Keuangan,  Personalia dan Operasional Semarang Zoo, Jumat (7/6/2019).

Salah satu pengunjung Semarang Zoo dari Bandung, Suci (40) mengakui baru pertama kali datang ke kebon binatang di Semarang Zoo ini. Dirinya sengaja mengajak keluarga untuk berwisata saat mudik di Semarang.

“Saya lihat koleksi yang ada di sini makin lengkap, karena ada gajah, harimau dan unta serta kolekai lainnya. Selain mengisi liburan, saya juga bisa memberikan pelajaran tentang satwa untuk anak yang selama ini hanya melihat aneka satwa dari buku maupun televisi,” katanya.

Sementara itu, untuk objek wisata heritage Lawang Sewu juga ramai dikunjungi oleh wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik, saat musim liburan seperti saat ini. Namun pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang tidak memperbolehkan masyarakat atau wisatawan yang hendak berwisata ke Lawang Sewu memarkirkan kendaraan di samping maupun belakang Lawang Sewu.

Kabid Pengendalian dan Penertiban Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan mengatakan, Jalan Inspeksi atau jalan kecil yang berada tepat di sebelah Sungai Semarang merupakan kawasan larangan parkir. Namun, para pengunjung kerap kali memarkirkan kendaraan jalan tersebut.

“Masyarakat harus tertib dulu. Mereka parkir tidak pada tempatnya. Itu jalan kecil sekitar 60 meter. Itu tidak boleh untuk parkir,” tegas Danang.

Pihaknya pun sudah memasang rambu larangan parkir di tempat tersebut.
Diakui Danang, Lawang Sewu memang tidak memiliki tempat parkir. Meski demikian, ada beberapa alternatif kantong parkir yang bisa dimanfaatkan oleh para pengunjung Lawang Sewu selama libur Lebaran 2019 ini.

Beberapa alternatif kantong parkir di dekat Lawang Sewu antara lain di halaman Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Gereja Katedral, dan Gedung Pandanaran.

Lebih lanjut, Danang mengatakan, jika berkenan pengunjung juga bisa memarkirkan kendaraannya di area parkir DP mall. Selain itu, Jalan Pandanaran juga bisa dimanfaatkan untuk tempat parkir. Sementara ini, pihaknya memang mengizinkan Jalan Pandanaran digunakan untuk parkir satu deret saja.

Pantai Ngebum Kendal

Objek wisata alam berupa pantai, yang tidak jauh dari Kota Semarang seperti Pantai Ngebum juga jadi magnet warga dan wisatawan. Pantai Ngebum yang terletak di Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal juga ramai pengunjung.

Kondisi pantai Ngebum, sudah berbeda dari sebelumnya saat dikunjungi beberapa tahun lalu. Setelah dikelola pihak desa setempat, pantai ini lebih tertata dan bersih. Begitu juga dengan wahana air, juga lebih banyak, seperti banana boat, ATV,  mini motor trail. Untuk mencoba permainan tersebut pengunjung dikenakan Rp 30 ribu untuk banana boat,  Rp 25 ribu-Rp 50 ribu untuk trail mini, ATV.

Suasana pantai tersebut, lebih ramai dibandingkan hari biasanya. Kepadatan pengunjung mulai terlihat dari pintu masuk pantai ini. Beberapa tempat parkir kendaraan untuk roda dua dan mobil nampak penuh. Setiap pengunjung dikenakan tiket masuk Rp 6 ribu per orang.

Dari pantauan, makin sore, pengunjung yang datang makin ramai. Banyak pengunjung yang bersantai di kursi-kursi pinggir dekat bibir pantai, ada yang menggelar tikar duduk diatas pasir bersama keluarga sambil mengawasi anak-anaknya yamg sedang bermain ombak air di pinggiran pantai. Dengan memakai ban dalam sebagai pelampung untuk orang tua dan dewasa maupun pelampung khusus untuk anak-anak.

Salah satu penyedia jasa pelampung, Ginem (45) mengatakan, saat libur Lebaran seperti saat ini jadi sumber penghasilan sampingannya, dalam satu hari saat ramai pengunjung, dirinya bisa menyewakan 10-20 pelampung per hari. Setiap pelampung dikenakan biaya bagi pengunjung Rp 8 ribu. “Jumlah pengunjung akan terus bertambah ramai, hingga enam hari ke depan. Karena di Kaliwungu punya tradisi Syawalan (7 hari setelah Lebaran-red), di mana banyak keluarga datang dari luar kota yang sengaja mampir, jadi pengunjung akan bertambah ramai yang datang ke sini,” katanya, Jumat (7/6/2019).(HS)

Ganjar: Masyarakat Jangan Share Visual Ledakan Kartosuro

Jumlah Kendaraan di jalur Tol Trans Jawa Meningkat 226%