in

Lho…. Anies Baswedan Panen Raya Padi di Cilacap ?

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, bersama Pemerintah Kabupaten Cilacap, panen raya padi pada lahan seluas 1.000 hektare, di Desa Jenang, Kecamatan Majenang. (Foto : Cilacapkab.go.id)

 

HALO CILACAP – Kepentingan DKI Jakarta rupanya merambah hingga Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, bersama Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jumat (16/4) melakukan panen raya pada lahan seluas 1.000 hektare di Desa Jenang, Kecamatan Majenang.

Program ini merupakan kerja sama PT Food Station Tjipinang Jaya, yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta dengan Gapoktan Sumber Makmur Cilacap.

Acara tersebut dihadiri Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, Wakil Bupati Syamsul Auliya Rachman, Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap Farid Ma’ruf, para pejabat dan Kepala OPD terkait, Ketua TP PKK Kabupaten Cilacap Teti Rohatiningsih, Forkopimda, camat, serta undangan lainnya. Kerja sama ini merupakan upaya untuk menjaga ketersediaan beras di Jakarta.

“Ketersediaan ini sangat berpengaruh, terhadap fluktuasi harga. Dan apabila (harga) Jakarta naik, dampaknya dirasakan secara nasional. Jadi melalui kerja sama ini, kita bisa memberikan kepastian pasokan kepada warga DKI Jakarta. Dan masyarakat petani di Cilacap bisa mendapatkan kepastian pada aspek harga,” kata Anies, seperti dirilis Cilacapkab.go.id.

Kerja sama ini, menurutnya mendapatkan dukungan luar biasa dari Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji. Apabila pada tahun 2018 kerja sama suplai beras, didukung dari lahan seluas 250 hektare, luasannya makin bertambah tiap tahun.

Di sisi lain, Bupati Cilacap mengungkapkan kolaborasi ini akan semakin memotivasi petani di Cilacap untuk semakin giat bertani.

“Semangat inilah yang memotivasi Cilacap menjadi salah satu lumbung padi nasional. Dengan kerjasama ini kestabilan harga dapat terjaga, dan pasokannya tetap berkualitas,” kata Bupati.

Direktur PT Food Station Tjipinang Jaya, Pamrihardi Wiraryo mengungkapkan kerja sama dengan Gapoktan Sumber Makmur terus mengalami pertumbuhan sekitar 30 persen.

Pada tahun 2019, Food Station dapat menyerap gabah kering panen senilai Rp 21,2 milyar, dan menjadi Rp 23,2 milyar pada tahun 2020.

“Sedangkan sampai 14 April 2021, kami berhasil menyerap Rp 8,5 milyar gabah kering panen. Ekuivalen antara Rap 30 milyar sampai Rp 32 milyar setahun,” jelasnya.

Ditambahkan Pamrihadi, untuk sekali panen, pasokan padi dari Cilacap yang dikirimkan ke Jakarta mencapai 5.700 ton. Adapun luasan lahan pertanian yang dikerjasamakan di Kabupaten Cilacap, merupakan bagian dari 7.200 ha lahan kontak farming Food Station di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah.(HS-08)

Share This

Bupati Batang Minta Camat Tulis dan Kades Sosialisasikan Proyek Waduk Kedung Langgar

Pemkot Tegal Gelar Secara Virtual Ramadhan Kuliah Dhuha