in

Lewat Jalur Darat, Pemudik yang Akan ke Jateng, Diimbau Gunakan Aplikasi ALIP

Pada H- 7 Lebaran,  jumlah kendaraan yang melintas di jalur Pantura di depan Terminal Mangkang mulai padat.

HALO SEMARANG – Pada H-7 Lebaran ini, jumlah kendaraan mudik di jalur Pantura Semarang-Jakarta belum terlihat kepadatannya. Dari pantauan, Selasa (28/5/2019) hanya beberapa pemudik kendaraan bermotor dari arah barat menuju Kota Semarang, yang terluhat melintas membawa barang-barangnya di bagian belakang jok. Mereka memilih untuk mudik lebih awal agar di jalan tidak terlalu padat, dan lebih memiliki waktu lebih lama bersama keluarga di kampung halaman.

Untuk kendaraan mobil pribadi belum banyak yang melintas, kemungkinan menggunakan jalur tol Semarang-Jakarta, dan tidak mengambil jalur biasa. Sementara itu, untuk pemudik yang menggunakan bus, juga mulai terlihat padat.

Salah satu pemudik dengan bus, Adi yang ditemui di Terminal Mangkang mengatakan, dia memilih untuk mudik lebih awal karena sudah mempersiapkan diri sebelumnya, yaitu dengan membeli tiket jauh-jauh hari Lebaran. Sehingga tidak terlalu padat.

“Untuk Lebaran tahun ini, saya mudik ke Lampung. Biar punya waktu lebih lama bersama keluarga di kampung,” katanya, Selasa (28/5/2019).

Sementara Endro P Martanto, Kepala Dishub Kota Semarang memprediksi, kepadatan arus mudik yang melintas di Kota Semarang akan terus meningkat dari H-7 Lebaran hingga H-3 Lebaran.

Terpisah, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menegaskan, bagi masyarakat yang akan mudik ke Jawa Tengah diharapkan dapat mendowload system aplikasi layanan informasi perhubungan (ALIP) untuk membantu informasi kelancaran arus lalu lintas. Aplikasi ALIP ini akan memandu pemudik lewat pantauan CCTV diberbagai daerah se Jawa Tengah.

Diprediksi ada sekitar 8,6 juta orang akan mudik ke Jawa Tengah dalam momentum lebaran 2019 ini. Angka ini naik sekitar 11 persen dari tahun sebelumnya. Jutaan pemudik ke Jateng ini berangkat melalui jalur darat, laut, udara. Sementara bagi mereka yang akan menggunakan jalur darat, para pemudik diimbau dapat mendownload Aplikasi Layanan Informasi Perhubungan (ALIP) milik dishub Provinsi Jawa Tengah.

Usai mengikuti rakor lintas sektoral yang dilaksanakan Polda Jawa Tengah di Gedung Gradika Bhakti Praja, Ganjar Pranowo mengatakan, dalam aplikasi tersebut juga disediakan banyak kamera pengawas atau CCTV di berbagai titik, sehingga dapat memantau beberapa jalur rawan kemacetan, dan mencari jalur alternative. Dalam kesempatan ini, Gubernur menegaskan telah mempersiapkan jalur nontol di wilayah Jawa Tengah dengan baik, supaya membantu kelancaran arus mudik.

“Apalagi pantauan jalan sudah kami lakukan di beberapa jalur seperti jalur pantai selatan dan jalur alternativ,” katanya.

Lebih lanjut, menurut Gubernur ada beberapa titik yang mesti diwaspadai pemudik lantaran saat ini sedang dilakukan pengerjaan pembangunan jalan, seperti di Kecamatan Jambu, Dendleas dan beberapa jalur alternative. Kepala daerah pun juga diminta agar ikut membantu mempersiapkan jalan alternative yang akan digunakan pemudik.(HS)

Dukung Kemajuan Pendidikan, USM Akan Bangun Menara 9 Lantai

Zonasi PPDB SMA Ditetapkan, Masyarakat Diminta Tidak Main-Main Soal Data