in

Lewat Gelar Karya, Siswa di Sragen Unjuk Kreativitas

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati meninjau Pameran Gelar Karya, di SMP Negeri I Tangen dan berdialog dengan para siswa. (Foto : sragenkab.go.id)

 

HALO SRAGEN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen menggelar roadshow Pameran Gelar Karya, di SMP Negeri I Tangen.

Terdapat 9 stand pameran berbagai karya kreativitas siswa, mulai dari PAUD hingga SMP, seperti lukisan, kerajinan tangan serta kuliner.

Pemkab Sragen dalam informasi seperti yang dirilis sragenkab.go.id, Kamis (21/9/2023), menyebutkan kurikulum merdeka mulai diterapkan di sejumlah sekolah di Indonesia.

Pelaksanaan kurikulum tersebut antara lain melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), yang bertujuan antara lain agar siswa bernalar kritis dan kreatif.

Selain menggelar karya siswa, juga diserahkan bantuan Pendidikan dari anggaran APBD Kabupaten Sragen, yaitu bantuan crayon dan buku gambar bertema yang diberikan bagi 27 jenjang siswa PAUD, serta bantuan seragam, buku teks utama, dan rehab ruang baru sekolah yang diberikan untuk jenjang SD dan SMP.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen, Prihantomo mengatakan Kurikulum Merdeka bermuatan projek 20 % sampai 30%.

Kurikulum ini menuntut guru untuk menopang kreativitas siswa-siswa sesuai dengan batas kemampuannya.

“Projek-projek ini akan ditampilkan diakhir semester atau diakhir pembelajaran projek sehingga para siswa bisa berbagi baik dengan teman sebaya maupun dengan orang tua maupun lingkungannya. Tidak hanya secara teori juga tetapi akhirnya siswa bisa mengaplikasikan ke dalam wujud kreativitas,”ujarnya.

Salah satu guru dari SD Negeri Dukuh 2 Tangen, Yeni Pratikna Dewi, mengungkapkan dalam pembelajaran kurikulum Merdeka ini, guru mengedepankan P5, salah satunya kewirausahaan seperti membuat makanan, membuat batik mulai dari  batik printing, dan batik ekoprint.

“Anak-anak ini kami harapkan yang punya bakat dan kreativitas ke depan bisa menjadi enterpreuner. Kurikulum Merdeka membuat kebebasan anak untuk berfikir kreatif sehingga bakat dan potensinya dapat terasah dengan baik,” ungkapnya.

Sementara Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, mengatakan sangat mengapresiasi potensi anak-anak yang menggelar pameran karya projeknya.

“Kemarin saya ke Karangmalang, melihat display pemeran gelar karya anak-anak. Luar biasa potensinya. Ada yang melukis, ada yang membuat batik dan membuat food product yang siap jual. Itu mengajari anak untuk berwirausaha. Cita-citane ojo dadi pegawe terus. Anak harus diajari untuk berbisnis dan membuka lapangan pekerjaan,” ungkapnya.

Ia mendorong kepada para guru agar memotivasi anak berinovasi dan memastikan potensi anak. Projek yang dikerjakan bisa lebih bervariasi dan harus berbeda dari yang lain.

Ia meminta kepada orang tua murid agar melarang anak yang belum cukup umur untuk menggunakan kendaraan bermotor ke sekolah.

Bupati menerangkan jika saat ini di beberapa wilayah telah dilewati bis sekolah. Mulai dari arah timur (Sambungmacan) menuju arah barat kota Sragen. Begitu juga sebaliknya, dari arah barat (Masaran) menuju kota Sragen.

“Yang belum ada di wilayah Tangen (rute Ngrombo-Galeh-Tangen). Mudah-mudahan segera di tahun ini bisa segera dilewati bis sekolah. Kami masih mencari kendaraan yang aman dan nyaman yang nanti bisa digunakan anak-anak kesekolah dan pulang sekolah khususnya di wilayah Tangen,” imbuhnya. (HS-08)

Ini Pendapat Pakar Tentang Fenomena Banyaknya ASN Jadi Konten Kreator Media Sosial

Mimpi Maulana Memiliki Rumah Terwujud Melalui Program Gagasan Ganjar, Tuku Lemah Oleh Omah