in

Level PPKM Naik, Sejumlah Daerah di Jateng Minta Pemerintah Pusat Tambah Pasokan Vaksin

Foto : Setkab.go.id

 

HALO SEMARANG – Sejumlah daerah di Jawa dan Bali, menglami perubahan level PPKM. Sebagian mengalami penurunan, namun sebagian lagi justru mengalami kenaikan. Walaupun demikian sudah tidak ada kabupaten atau kota yang menerapkan PPKM level 4.

Hal itu tercermin dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 47 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Level 3, Level 2, dan Level 1 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.

Dalam instruksi yang ditandatangani Mendagri Tito Karnavian pada 4 Oktober 2021 dan berlaku mulai tanggal 5 hingga 18 Oktober tersebut, sebanyak 107 kabupaten atau kota menerapkan PPKM Level 3. Selain itu terdapat 20 kabupaten atau kota menerapkan Level 2, dan hanya satu kabupaten yang berada di level 1.

“Dalam penerapan PPKM level selama dua minggu ke depan, masih terdapat 20 kabupaten atau kota yang bertahan di Level 2. Daerah dari level 2 ke level 3 itu bertambah dari 84 kabupaten atau kota menjadi 107 kabupaten atau kota, karena mereka belum mampu meningkatkan jumlah capaian vaksinasi,” ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, seperti dirilis Setkab.go.id.

Pada periode ini, Kota Blitar di Jawa Timur (Jatim) mengalami perbaikan dari level 3 ke level 1, dan menjadi satu-satunya daerah di Jawa-Bali yang menerapkan PPKM Level 1.

“Pemerintah akan melakukan uji coba pemberlakuan PPKM Level 1 (new normal) di Kota Blitar. Implementasi uji coba PPKM Level 1 diberlakukan karena Kota Blitar  telah memenuhi syarat indikator WHO dan target cakupan vaksinasi dosis satu sebesar 70 persen dan dosis satu lansia sebesar 60 persen,” ujar Luhut.

Lebih lanjut disampaikan, daerah yang level asesmennya mengalami perbaikan dari Level 3 ke Level 2 adalah sebanyak 10 kabupatern atau kota, yaitu Kota Cirebon dan Kota Banjar di Jawa Barat; Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Sragen, Kota Surakarta, Kabupaten Klaten, Kabupaten Karanganyar, dan Kabupaten Boyolali di Jawa Tengah; serta Kota Madiun di Jatim.

Adapun daerah yang mengalami pemburukan dari level 2 ke Level 3 adalah sebanyak 32 kabupaten atau kota. Untuk wilayah Banten, daerah-daerah tersebut adalah Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Lebak.

Untuk wilayah Jawa Barat, wilayah yang mengalami perburukan dari level 2 ke level 3, adalah Kabupaten Kuningan, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Karawang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Garut di Jabar.

Kenaikan level dari 2 ke tiga, juga terjadi di sejumlah wilayah di Jateng. Wilayah-wilayah tersebut adalah, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Rembang, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Pati, Kabupaten Kudus, Kota Pekalongan, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Jepara, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Blora, dan Kabupaten Batang di Jateng.

Selain itu juga Kabupaten Tuban, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Sampang, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Jember, dan Kabupaten Bojonegoro di Jatim.

Dengan adanya perubahan tersebut, wilayah yang menerapkan PPKM level 3 di Jawa – Bali sebanyak 107 daerah di tujuh provinsi.

Untuk wilayah Banten, adalah Kota Tangerang, Kota Cilegon, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kota Tangerang Selatan, dan Kota Serang.

Untuk wilayah DKI Jakarta, di Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu, Kota Administratif Jakarta Barat, Kota Administratif Jakarta Timur, Kota Administratif Jakarta Selatan, Kota Administratif Jakarta Utara, dan Kota Administratif Jakarta Pusat.

Sedangkan untuk wilayah Jabar, di Kabupaten Kuningan, Kota Sukabumi, Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Bandung, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Majalengka, Kota Tasikmalaya, Kota Depok, Kota Cimahi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Garut.

Untuk wilayah Jateng, daerah dengan PPKM level 3, adalah di Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Tegal, Kabupaten Rembang, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Pati, Kabupaten Magelang, Kabupaten Kudus, Kota Salatiga, Kota Pekalongan, Kota Magelang, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Jepara, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Brebes, Kabupaten Blora, dan Kabupaten Batang.

Untuk Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kota Yogyakarta, Kabupaten Kulonprogo, dan Kabupaten Gunungkidul.

Untuk Jatim yakni Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Magetan, Kabupaten Madiun, Kabupaten Lumajang, Kota Surabaya, Kota Probolinggo, Kota Mojokerto, Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Kediri, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Blitar, Kabupaten Tuban, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Sampang, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Malang, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Jember, Kabupaten Gresik, Kabupaten Bojonegoro, dan Kabupaten Bangkalan.

Adapun untuk Provinsi Bali, yakni di Kabupaten Jembrana, Kabupaten Bangli, Kabupaten Karangasem, Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Buleleng, dan Kota Denpasar.

Adapun untuk daerah dengan PPKM Level 2, terdapat 20 daerah di tiga provinsi. Untuk Jabar yaitu meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Pangandaran, dan Kota Banjar.

Kemudian untuk Jateng, adalah Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Sragen, Kota Tegal, Kota Surakarta, Kota Semarang, Kabupaten Klaten, Kabupaten Kendal, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Semarang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Demak.

Selanjutnya di Jatim yaitu Kota Madiun, Kota Kediri, Kabupaten Jombang, Kabupaten Banyuwangi, dan Kota Pasuruan.

Daerah PPKM Level 1 hanya satu daerah yakni Kota Blitar.

Sementara itu menanggapi peningkatan level PPKM dari dua ke tiga, sejumlah bupati di Jateng menyatakan hal itu akibat tersendatnya pasokan dari Pemerintah Pusat.

Bupati Pati, Haryanto mengatakan wilayahnya masuk kembali ke level 3 dari level 2, karena capaian vaksinasi kurang dari 50 persen. Sejauh ini progres vaksinasi di Pati baru mencapai sekitar 29 persen, kendalanya adalah karena suplai vaksin yang didapatkan Pati tidak begitu banyak.

“Kalau dibandingkan dengan daerah lain, yang persentasenya cepat naik, itu karena mereka memang daerah yang jumlah penduduknya kecil. Sedangkan di Pati kan jumlah penduduknya 1,4 juta. Sementara suplai vaksin yang kita dapat tidak begitu banyak, karena suplai untuk daerah dengan penduduk kecil hampir sama dengan daerah yang jumlah penduduknya besar seperti kita,” ungkap Bupati.

Haryanto menegaskan pihaknya siap untuk menggalakkan percepatan vaksinasi Covid-19, tetapi Pemerintah Pusat juga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan..

“Tapi kalau suplai vaksin kurang  mau tidak mau kita tetap ketinggalan dengan daerah-daerah yang jumlah penduduknya kecil. Oleh karena itu saya berharap, kalau mau dipercepat, vaksin mustinya segera didatangkan”, harap Bupati.

Penjelasan senada disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Rembang, Arief Dwi Sulistya. Menurut Arief, kenaikan dari level 2 ke level 3, karena capaian vaksinasi yang belum mencapai 50 % dari target sasaran. Namun yang menjadi kendala bukan vaksinasi ke masyarakat, melainkan stok vaksin yang kurang.

Wilayah ini mendapat droping vaksin, Jumat lalu dengan jumlah sekitar 1.500 vial. Vaksin yang ada sudah didrop ke puskesmas dan rumah sakit untuk segera disuntikkan.

“Sampai Senin 4 Oktober, capaian vaksinasi di persentase 44,6 %. Namun berdasarkan data KTP warga yang telah mengikuti vaksinasi mencapai 48%, ” ungkap Arief, seperti dirilis Rembangkab.go.id.

Langkah yang ditempuh saat ini, Pemkab tetap menggencarkan vaksinasi, penyiapan SDM atau vaksinator, dan koordinasi untuk stok vaksin. Yang paling mendapat perhatian adalah stok vaksin .

Selain Kabupaten Rembang, Kabupaten se eks karisidenan Pati seperti Pati, Blora, Kudus, Grobogan dan Jepara juga masuk ke level 3 PPKM. (HS-08)

Share This

Pemdes Jenarsari Gemuh, Gelar Lelang “Bondo Deso”

Menag Minta Madrasah Perkuat Moderasi Beragama