Lestarikan Jaran Eblek, Upaya Napak Tilas Warisan Sunan Kalijaga

Pagelaran kesenian Kuda Lumping di GOR Desa Tamanrejo, Sukorejo, Kamis (24/12/2020).

 

HALO KENDAL – Kesenian Kuda Lumping atau lebih dikenal dengan “Jaran Eblek” mempunyai nilai budaya dan historis yang tinggi bagi masyarakat Jawa Tengah.

Konon kesenian ini adalah bagian dari seni tradisi yang juga digunakan Sunan Kalijaga, dalam menyebarkan agama Islam di tanah Jawa.

Hal ini disampaikan Ketua Kelompok seni paguyuban kuda lumping “Eko Kapti Turonggo Seto”, Amanda Subekti, saat menggelar budaya kesenian kuda lumping di Desa Tamanrejo, Kecamatan Sukorejo, Kamis (24/12/2020).

Menurutnya, kuda lumping atau lebih dikenal dengan “Jaran Eblek” mempunyai nilai budaya dan historis yang tinggi.

“Menurut sejarah, Jaran Eblek merupakan simbol napak tilas perjuangan dakwah Kanjeng Sunan Kalijogo. Jaran Eblek menggambarkan pangawal Sunan Kalijogo dalam menyebarkan agama Islam,” ungkapnya.

Jadi sejatinya penyebaran agama Islam di Indonesia ini lebih kental dengan pendekatan budaya.

“Tujuan kegiatan ini, kami ingin lebih mendalami dan melestarikan napak tilas perjuangan Kanjeng Sunan Kalijogo melalui pendekatan budaya,” jelas Amanda.

Sementara itu, Tatik Wijayati N, dari Dinas Sosial Kabupaten Kendal menjelaskan, kegiatan ini merupakan salah satu fasilitasi program Kementerian Sosial RI melalui program kearifan lokal.

Program ini diharapkan akan menumbuhkan kader pelopor perdamaian. Budaya lokal sangat penting karena berakar kuat di masyarakat. Untuk itu perlu dijaga atau diuri-uri, sehingga tetap lestari.

“Melalui pendekatan budaya ini diharapkan segala macam bentuk gangguan bisa diantisipasi,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Tamanrejo, Mustofa, sangat mengapresiasi kegiatan budaya seperti ini.

“Kegiatan ini sesuai dengan visi desa kami dan desa lainnya di Kendal, yakni menjadikan desa sebagai pusat ekonomi, budaya dan olahraga,” jelasnya.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, lanjut Mustofa, pihaknya akan menfasilitasi tempat latihan di Gedung Olah Raga (GOR) Desa, tentunya dengan peralatan pencegahan Covid-19.

“Yang paling utama, yaitu dengan mengupload konten kegiatan ini di media sosial, sebagai media promosi dan mengangkat nama Desa Tamanrejo, Kecamatan Sukorejo,” terang Mustofa.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.