in

Lestarikan Budaya Jawa, Sri Mulyani Dapat Gelar Kehormatan dari Keraton Solo

Dra GKR Koes Moertiyah Wandansari MPd (Gusti Moeng), memberikan gelar Kanjeng Mas Ayu (KMA), kepada Bupati Klaten Sri Mulyani, Jumat (01/04/2022) di Pendopo Setda Kabupaten Klaten. (Foto : Klatenkab.go.id)

 

HALO KLATEN – Bupati Klaten Sri Mulyani, mendapat anugerah gelar Kanjeng Mas Ayu (KMA) Hj Sri Mulyani Laksminto Arum SM, oleh Keraton Surakarta Hadiningrat.

Gelar tersebut disampaikan secara langsung oleh Dra GKR Koes Moertiyah Wandansari MPd (Gusti Moeng), kepada Sri Mulyani, Jumat (01/04/2022) di Pendopo Setda Kabupaten Klaten.

Pada kesempatan itu, Gusti Moeng didampingi Dr KPH Edy Wiro Bumi SH MM, menyematkan tanda kehormatan tersebut kepada Bupati Klaten.

Ketua Lembaga Dewan Adat Keraton Surakarta Hadiningrat, Dra GKR Koes Moertiyah Wandansari MPd, mengatakan pemberian gelar tersebut, karena Bupati Klaten, merupakan tokoh yang mencintai dan peduli pada upaya kelestarian budaya Jawa.

Gusti Moeng juga menyampaikan arti nama tambahan, pada akhir nama asli Sri Mulyani, yaitu Laksminto Arum. Menurut dia, Laksmi berarti perempuan cantik dan Arum adalah harum atau manis.

“Saya sebagai perwakilan keluarga dari Keraton Surakarta Hadiningrat, sudah memberikan gelar pangkat kehormatan kepada Ibu Bupati Klaten. Semoga berkah untuk Ibu Bupati,” kata Gusti Moeng, dalam bahasa Jawa.

Bupati Klaten Sri Mulyani, mengungkapkan rasa bahagia dan semakin percaya diri bisa mendapatkan gelar Kanjeng Mas Ayu (KMA) dari Keraton Surakarta.

Dia berharap dengan nama yang diberikan, bisa menambah teguh, berkah dan kuat dalam memimpin Kabupaten Klaten.

“Saya selaku Bupati Klaten, mengucapkan terima kasih kepada GKR Koes Moertiyah Wandansari, selaku Ketua Lembaga Dewan Adat Keraton Surakarta Hadiningrat, atas kepercayaannya kepada saya, dengan penganuagerahan gelar kehormatan yang diberikan. Sebagai tokoh yang tentunya cinta dan peduli kelestarian budaya nusantara (Budaya Jawa),” kata Sri Mulyani, seperti dirilis Klatenkab.go.id.

Dalam kesempatan yang sama, 43 orang dari 7 Kecamatan di Kabupaten Klaten, dikukuhkan menjadi Pengurus Anak Cabang Paguyuban Kawula Keraton Surakarta (Pakasa).

Sehingga kemitraan dewan adat Surakarta dan Pakasa cabang Klaten, tetap terjaga dalam menyukseskan program-program Pemerintah Kabupaten Klaten.

“Semoga ke depan jaringan kemitraan semakin kompak, saling bersinergi dan solid dalam mensukseskan program-program pembangunan termasuk pelestarian kebudayaan daerah, yang muaranya untuk kesejahteraan rakyat khususnya di Kabupaten Klaten,” kata dia. (HS-08)

Kukuhkan Takmir Masjid Nur Azizah, Bupati Klaten Berharap ASN Makin Semangat Beribadah

Bupati Boyolali Bakal Gelar Buka Puasa Ramadan di 22 Kecamatan