in

Lelang PLTSa Jatibarang, Ditargetkan November 2021

Kondisi TPA Jatibarang Semarang.

 

HALO SEMARANG – Rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di TPA Jatibarang terus disempurnakan oleh Pemerintah Kota Semarang. Saat ini progresnya dalam tahapan financial bussines case (FBC) dan November 2021 ini ditargetkan bisa rampung, sehingga bisa dilakukan lelang.

Menurut informasi yang dihimpun, pembangunan PLTSa kali ini bakal menggunakan sistem pembiayaan kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Berbeda dengan pembangkit listrik tenaga sampah yang sudah ada sebelumnya di Jatibarang, PLTSa menggunakan teknologi pembakaran.

“Yang sudah ada sebelumnya sistem adalah menangkap gas metan dari sampah untuk menggerakkan generator dan menghasilkan listrik. Kalau yang saat ini sistemnya beda,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Sapto Adi Sugihartono, Senin (5/6/2021).

Dengan teknologi baru, kata dia, proses untuk menghasilkan listrik akan lebih cepat dan tidak ada sisa sampah. Bahkan diketahui jika sudah beroperasi, diprediksi bisa mengolah 1.000 ton sampah per hari.

“Nantinya, kapasitas PLTSa ini bisa menghasilkan listrik lebih besar dibandingkan yang sudah ada,” paparnya.

Rata-rata produksi sampah di Kota Semarang, kata dia, rata-rata ada pada angka 1.000 ton perhari. Namun setelah dilakukan pengolahan dan lainnya masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) sekitar 800 ton.

“Nah kalau bisa beroperasi bisa zero sampah, karena sampah langsung diolah jadi ngga ada timbunan,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, saat ini tahapan pemantapan dan penajaman dokumen dilakukan dari sisi bisnis. DLH pun mendapatkan pendampingan dari kementerian terkait yang nantinya akan ditawarkan ke investor.

“Nah kita tawarkan pointnya ke investor, harapannya bisa mendapatkan partner yang benar-benar proper dan menguntungkan Pemkot Semarang,” tambahnya.

Sapto menambahkan, saat ini sudah ada puluhan investor yang menyampaikan minatnya untuk menjadi patner Pemerintah Kota Semarang dalam pengelolaan PLTSa Jatibarang. Ia menyebut, beberapa investor dari Eropa sudah banyak yang menyatakan minatnya. Misalnya saat melakukan sounding market beberapa waktu lalu.

“Saat sounding market kemarin banyak yang berminat. Mekanismenya, nanti tetap siapa yang menjadi patner ditentukan dari proses lelang, dengan skemanya pembiayaan Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU),” terangnya.

Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Joko Santoso memberikan dukungan atas inisiasi Pemkot Semarang dalam masalah pengelolaan sampah.

“Produksi sampah kita mencapai 1.200 ton perhari, kalau dibiarkan tentu akan menumpuk. PLTSa ini bisa jadi solusi, kita dorong agar bisa segera terwujud,” katanya.

Dewan, kata dia, mensupport dan siap memberikan bantuan jika terjadi kendala di lapangan, serta siap melakukan pembahasan.

“Kita siap support melalui pembahasan, namun saat ini belum sampai dilakukan karena kondisi Covid-19 sedang naik,” tambahnya.

Ia menjelaskan, salah satu yang perlu dibahas terkait adanya tapping fee yang harus dikeluarkan Pemkot Semarang setiap tahun sebesar Rp 120 miliar. Politisi Partai Gerindra ini mengaku, besaran tapping fee tersebut harus disesuaikan dengan kemampuan APBD Pemkot Semarang.(HS)

Share This

Hadiri Peletakan Batu Pertama Musala Baitussolihin, Begini Pesan Wakil Bupati Kendal

Ratusan Kendaraan Dipaksa Putar Balik di GT Weleri