in

Lebaran Sapi, Ternak di Desa Sruni Diarak

Warga Desa Sruni, Kecamatan Musuk menggelar tradisi “Lebaran Sapi”, sebagai wujud rasa syukur pada Tuhan, yang telah memberikan rezeki dan kesejahteraan. (Foto : Jatengprov.go.id)

 

HALO BOYOLALI – Warga Desa Sruni, Kecamatan Musuk memiliki tradisi unik untuk merayakan Lebaran Ketupat, sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri. Warga di lereng Gunung Merapi ini, merayakannya dengan mengarak hewan ternak, dalam acara bakdan sapi atau Lebaran Sapi.

Prosesi ini diawali dengan kenduri, diikuti 110 kepala keluarga warga Dukuh Mlambong, Gedongsari dan Rejosari. Mereka membawa serta ketupat, sayur, dan lauk pauk. Di atas tikar yang digelar sebelumnya, mereka juga memanjatkan doa syukur kepada Tuhan, yang telah memberikan limpahan rezeki.

Seusai kenduri, warga kemudian memberikan makan sapi mereka dengan ketupat. Puluhan hewan ternak itu juga diolesi minyak wangi hingga harum. Prosesi selanjutnya adalah mengarak sapi-sapi itu berkeliling dukuh.

Hari itu ternak sapi memang dimanjakan oleh peternaknya, sebagai wujud rasa syukur, karena melalui ternak itu pula masyarakat mampu hidup sejahtera.

Warjuli, tokoh masyarakat desa setempat menuturkan, penyelenggaraan Lebaran Sapi berlangsung masih dalam masa pandemi Covid-19. Karena itu jumlah sapi yang diarak pun tak sebanyak pada masa sebelum korona mewabah.

Jika biasanya jumlah sapi yang diarak sampai 150 ekor, maka tahun ini hanya 20 sampai 30 ekor saja. Hal ini agar jumlah warga yang mengikuti juga tak terlalu banyak, sehingga kerumunan dapat dicegah.

“Kemarin sebelum pandemi itu sekitar 150 ekor sapi, tetapi kalau ini situasi seperti ini paling paling mungkin 20-30 ekor,” kata Warjuli di sela kegiatan, seperti dirilis Boyolali.go.id.

Warga Desa Sruni, Jupri mengatakan pemerintah memang meniadakan tradisi Syawalan atau Lebaran Ketupat dengan mengarak ternak sapi dan kambing. Walaupun demikian para peternak tetap menggelar tradisi tersebut, meskipun dengan tetap menjaga protokol kesehatan. “Protokol kesehatan tetap dijalankan,” kata dia. (HS-08)

Hendak Melerai Tawuran, Tiga Warga Malah Jadi Korban Pembacokan

Gibran Dukung Lomba Bertutur Untuk Asah Kemampuan Anak