Latih Santri Membuat Pesawat Aeromodeling, Aiptu Sutrisno: Ini Pengabdian, Tanpa Imbalan

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto dan Anggota Komisi X DPR RI, Mujib Rohmat saat berbincang dengan Aiptu Sutrisno di Ponpes Al Ma’wa, Sumbersari, Ngampel, Jumat (26/3/2021).

 

ANGGOTA kepolisian yang berdinas di Polda Jawa Tengah, Aiptu Sutrisno mendapat apresiasi dari Direktur Intelkam Polda Jawa Tengah.

Pasalnya di tengah kesibukannya, saat mempunyai waktu luang, ia gunakan untuk melatih dan membuat pesawat terbang jenis aeromodeling kepada para santri di Pondok Pesantren Salaf  Al Ma’wa, Desa Sumbersari, Kecamatan Ngampel, Kendal.

“Kami mendukung apa yang dilakukan anggota kami, Aiptu Sutrisno. Karena di saat waktu luang, ia isi dengan kegiatan mengajar cara membuat pesawat aeromodeling, sampai mengajarkan cara mengoperasikannya,” ungkap Dir Intelkam Polda Jateng, Kombes Pol Djati Wiyoto Abadhy, Jumat (26/3/2021).

Dirinya berharap, apa yang dilakukan Aiptu Sutrisno tidak sampai di situ saja. Namun dengan karya ini, para santri bisa membantu perekonomian masyarakat sekitar, dan juga bisa mengangkat perekonomian para santri khususnya di Ponpes Al Ma’wa.

“Kami berharap Aiptu Sutrisno terus berjuang. Selain itu juga bisa memotifasi bagi setiap anggota Polri lainnya. Ini juga sekaligus sebagai bentuk kedekatan Polri dengan masyarakat,” tandas Wiyoto.

Tidak hanya itu, Bupati Kendal, Dico M Ganinduto dan Anggota Komisi X DPR RI, Mujib Rohmat juga memberikan apresiasi, saat mengunjungi dan melihat langsung pembuatan pesawat aeromodeling tersebut.

Bupati Kendal, Dico M Ganintuto yang melihat langsung pembuatan pesawat aeromodeling, mengaku tertarik. Bahkan dirinya memesan satu set pesawat aeromodeling.

“Saya ambil yang kecil saja. Awalnya mau pesan yang besar, tapi karena saya belum mahir memainkan, jadi disarankan sama Pak Sutrisno untuk beli yang kecil dulu,” ungkap pemimpin daerah termuda di Jawa Tengah tersebut.

Dico juga mengapresiasi apa yang dilakukan Aiptu Sutrisno dalam mengajarkan kepada para santri dalam pembuatan aeromodeling ini.

Bahkan Bupati Kendal pun merasa heran, saat diajak bermain di lokasi tak jauh dari ponpes. Setelah dirinya melihat para santri  bisa mengoperasikan pesawat aeromodeling yang diterpa angin kencang.

“Nantinya di Ponpes Al Ma’wa akan kita jadikan desa wisata aeromodeling. Harapannya, bisa mengangkat nama ponpes, juga desanya, sekaligus kabupatennya,” ujar Dico.

Senada diungkapkan Anggota Komisi X DPR RI, Mujib Rohmat, dirinya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Aiptu Sutrisno. Apalagi komisinya, membidangi pendidikan salah satunya.

“Diharapkan dengan adanya santri ponpes yang bisa membuat pesawat aeromodeling atau pendidikan fokasi di ponpes ini, nantinya juga akan kami sampaikan kepada Kementerian Agama, yang mana ada santri pondok yang bisa membuat pesawat aeromodeling,” kata Mujib Rohmat.

Sementara itu, Sutrisno selaku instruktur menceritakan, dalam pembuatan replika pesawat tanpa awak ini, dirinya juga melibatkan para santriwati yang bertugas mengamplas dan bagian pengepakan. Sehingga semua santri ikut terlibat dalam industri tersebut.

“Saat ini para santri sudah menyelesaikan beberapa pesawat aeromodeling, bahkan kemarin Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin saat mengunjungi kegiatan para santri dalam pembuatan pesawat, juga sudah memesan dan sudah diantar oleh para santri,” ungkapnya.

Sutrisno yang bertugas sebagai Anggota Intelkam Polda Jateng ini menegaskan, apa yang ia lakukan ini, adalah bentuk pengabdian, tanpa menerima imbalan.

“Tujuannya hanya ingin berbagi ilmu dengan para santri. Bisanya santri lebih dikenal pandai dalam ilmu agama, namun dengan pelatihan ini, santri pondok pesantren di Kendal ternyata juga bisa membuat pesawat aeromodeling, dengan mesin berbahan bakar minyak maupun baterai,” tandas Aiptu Sutrisno.

Dirinya juga mengaku, saat ini bersama para santri, baru bisa memproduksi dua puluh pesawat aeromodeling.

“Ke depan, Ponpes Al Ma’wa ini bisa menjadi tempat belajar dari Ponpes lainnya, terkait dengan pembuatan pesawat terbang tanpa awak,” pungkas Sutrisno.

Pesawat aeromodeling buatan para santri ini dibandrol dari harga Rp 1,5 juta hingga Rp 8 juta, yang sudah lengkap dengan aksesorinya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.