in

Lapas Tangerang Terbakar Diduga Akibat Korsleting, 41 Napi Meninggal

Kebakaran di Lembaga Pemasyarakatan Klas I Tangerang. (Sumber : Tangkapan layar Youtube)

 

HALO SEMARANG – Sebanyak 41 orang meninggal dalam kebakaran besar yang melanda di Blok C khusus narkoba di Lembaga Pemasyarakatan Klas I Tangerang.

Selain korban meninggal, sebanyak delapan orang mengalami luka bakar, dan 71 lainnya menderita luka bakar ringan, dalam musibah yang diduga akibat korsleting listrik tersebut.

Dari semua warga meningal, dua di antaranya adalah warga asing, yaitu dari Afrika Selatan dan Portugal.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran, ketika meninjau lokasi kejadian, Rabu (8/9) mengatakan korban meninggal dan luka bakar dibawa ke Rumah Sakit dr Sitanala dan RSUD Kabupaten Tangerang.

Mereka yang luka-luka langsung mendapat perawatan. Adapun korban yang menderita luka ringan, dirawat di Poliklinik Lapas Tangerang.

“Yang luka, kami lakukan perawatan di luar, yaitu di Rumah Sakit Sitanala dan RSUD Kabupaten Tangerang. Untuk korban meninggal, juga kami bawa ke sana,” ujarnya.

Menurut Fadil, api mulai membesar sekitar pukul 01.45 WIB. Saat itu petugas pemadam kebakaran langsung datang ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Berkat kerja keras pemadam kebakaran, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.00 WIB. Setelah situasi aman, pagi tadi petugas pun mengevakuasi semua korban.

Berdasar keterangan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Banten Agus Toyib, Lapas Kelas I Tangerang saat ini dihuni oleh 2.072 orang. Sedang Blok C yang terbakar dihuni oleh 122 orang.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Rika Aprianti, mengatakan blok C yang terbakar tersebut, dihuni 122 warga binaan dengan kasus narkoba dan dijaga 15 orang per regu.

“Atas nama keluarga besar Lapas, kami ucapkan duka cita akan mengangani masalah ini secara serius,” kata Rika.

Dia juga mengatakan pihaknya sedang berkonsentrasi untuk memulihkan para korban dan memperbaiki lapas. “Kami juga menyelidiki penyebab kebakaan,” kata Rika.

Sementara itu Petugas Pemadam Kebakaran Kota Tangerang, Sugiyono mengatakan pihaknya menerima laporan adanya kebakaran pukul 02.30 WIB, Rabu (8/9) dan api sudah membesar.

Saat itu pula, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tangerang mengerahkan satu regu yang berjumlah 20 personel untuk memadamkan api. Setelah itu semua mobil pemadam kebakaran juga dikirimkan ke lokasi.

Sementara itu  Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly ketika meninjau langsung lokasi kebakaran, memerintahkan jajarannya fokus mengevakuasi narapidana yang menjadi korban kebakaran. Yasonna juga meminta agar kejadian serupa tidak terulang.

“Rasa duka mendalam saya sampaikan atas jatuhnya korban dalam kebakaran ini. Saya sudah menginstruksikan jajaran untuk secepatnya melakukan evakuasi dan fokus memberikan penanganan terbaik untuk memulihkan korban luka. Ini musibah yang memprihatinkan bagi kita semua,” kata Yasonna, Rabu (8/9).

Yasona juga menyebutkan, dari 41 orang yang meninggal akibat kebakaran ini, salah satunya adalah warga binaan kasus terorisme, satu tindak pidana pembunuhan, sementara lainnya narkoba.

Yasonna menambahkan, dugaan sementara kebakaran tersebut disebabkan oleh arus pendek listrik. Namun demikian, pihaknya akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menyelidiki kasus tersebut.

“Tentu saja kami akan bekerja sama dengan semua pihak terkait untuk menyelidiki sebab-sebab kebakaran dan tentu saja memformulasikan strategi pencegahan agar musibah berat seperti ini tidak terjadi lagi,” imbuh Yasonna. (HS-08)

Share This

Ada Pekerjaan Peningkatan Jalan, Lalu Lintas Jalur Pantura Semarang-Kendal Padat Merayap

Polemik Logo TNI di Kantor Wali Kota Magelang, Ganjar: Sementara Dipakai Dulu Aja