in

Lapas Semarang Gagalkan Upaya Penyelundupan Sabu-sabu

Barang bukti sabu-sabu seberat 49 gram hasil penggagalan upaya penyelundupan ke dalam Lapas, Sabtu (4/9/2021).

 

HALO SEMARANG – Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang yang bernama Nur Ariawan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sabu-sabu ke dalam lapas, Sabtu (4/9/2021).

Diketahui, pengungkapan tersebut berawal ketika Ariawan hendak bertugas kontrol keliling menuju lahan pertanian di branggang tembok. Kemudian, ia menemukan narkotika jenis sabu-sabu dalam bentuk bungkusan berjumlah 1 bungkus berwarna hitam.

“Diduga upaya penyelundupan psikotropika tersebut dilakukan dengan modus melempar dari luar tembok lapas ke dalam blok, namun tidak sampai,” ujarnya.

Selanjutnya, dia melaporkan kejadian tersebut kepada atasan dan Kepala Keamanan, dan selanjutnya dilaporkan kepada pimpinan.

Kalapas Semarang, Supriyanto melaporkan kejadian tersebut kepada Kepolisian Sektor (Polsek) Ngaliyan untuk segera ditindaklanjuti.

Sekitar pukul 11.00 WIB, tim dari Unit Reserse Kriminal Polsek Ngaliyan datang ke Lapas Semarang untuk melakukan pemeriksaan dan serah terima barang bukti.

“Bungkusan itu berisi narkotika jenis sabu-sabu seberat 49 gram yang dimasukkan dalam 7 klip plastik,” jelasnya.

“Barang bukti penyelundupan sabu-sabu tersebut sudah kami serahkan ke Polsek Ngaliyan untuk diproses lebih lanjut lagi,” lanjutnya.

Mengantisipasi hal tersebut, Supriyanto mengungkapkan akan langsung memasang CCTV untuk di luar tembok dan mengoptimalkan petugas dalam melakukan kontrol keliling ke luar tembok secara berkala.

Sementara atas kejadian ini, dia sangat mengapresiasi upaya penggagalan penyelundupan narkoba ke dalam lapas oleh petugasnya.

“Ini merupakan wujud komitmen bersama untuk berperang melawan narkoba,” ujarnya.

Diketahui, seluruh petugas dan tamu yang masuk ke Lapas tidak diperbolehkan membawa barang bawaan sekecil apapun, serta alat komunikasi ke dalam Lapas dengan menyediakan loker untuk penyimpanan barang.

Sedangkan penitipan barang bawaan dan makanan untuk WBP (warga binaan permasyarakatan) pun juga sudah melalui penggeledahan yang sangat ketat ketika melewati layanan drive thru.(HS)

Share This

Menag dan Menkopolhukam Minta Polisi Tindak Tegas Perusak Tempat Ibadah Ahmadiyah

Bimas Islam dan Media, Bersinergi Beri Pelayanan Konsultasi Berbasis Moderasi Beragama