in

Lapas Semarang Berikan Pengurangan Hukuman Tahanan Bagi Ratusan Nara Pidana

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah, A Yuspahruddin secara simbolis memberikan remisi atau masa pengurangan tahanan kepada ratusan nara pidana yang berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang.

 

HALO SEMARANG – Dalam rangka memperingati hari Kemerdekaan Indonesia ke-76 yang jatuh pada tahun 2021, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang memberikan pengurangan masa hukuman tahanan bagi 564 nara pidana.

Kepala Lapas Semarang, Supriyanto mengatakan, atas remisi tersebut empat orang di antaranya dapat langsung menghirup udara bebas. Hal tersebut diberikan lantaran setelah mendapatkan remisi, mereka terhitung telah selesai menjalani masa pidananya.

“560 orang sisanya masih harus menjalani sisa masa hukuman setelah dikurangkan dengan remisinya,” kata Supriyanto.

Sementara untuk di Jawa Tengah, total sebanyak 7.154 orang nara pidana mendapatkan remisi umum tahun 2021 dengan 138 orang di antaranya dapat langsung menghirup udara bebas.

Secara rasio, jumlah nara pidana yang mendapatkan remisi umum mencakup 51,6 % dari total Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang ada di Lapas dan Rutan se-Jawa Tengah.

Hal itu diucapkan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah, A Yuspahruddin dalam siaran persnya yang diterima halosemarang.id, Selasa (17/8/2021).

Dikatakan, bahwa jumlah WBP (nara pidana dan tahanan) per tanggal 8 Agustus 2021 sebanyak 13.860 orang.

Adapun jumlah remisi yang diberikan bervariasi, tergantung masa pidana yang telah dijalani. Mulai 1 bulan sampai 6 bulan.

Hal itu juga terhitung dari semakin lama masa pidana yang telah dijalani, maka semakin besar remisi yang didapatkan seorang nara pidana.

Ia pun merinci nara pidana yang mendapatkan remisi 1 bulan sebanyak 1646 orang, 2 bulan diberikan kepada 1399 orang, 3 bulan untuk 1806 orang, 4 bulan sebanyak 1071 orang, 5 bulan untuk 892 orang, dan terakhir remisi 6 bulan diberikan kepada 340 orang.

Sementara dari 46 Lapas dan Rutan yang ada di Jawa Tengah, kata dia, Lapas Kelas I Semarang yang menjadi Lapas terbanyak dengan memberikan remisi (564 orang).

Sementara bila dilihat dari jenis pidananya, nara pidana kasus tindak pidana umum menjadi yang terbanyak mendapatkan remisi, yaitu 4.858 orang.

Dia mengungkapkan, pemberian remisi ini juga akan berdampak pada penggunaan anggaran negara. Dengan berkurangnya masa pidana, maka akan mengurangi anggaran untuk makan harian nara pidana. Remisi Umum Tahun 2021 berhasil menghemat anggaran Kanwil Kemenkumham Jateng sebesar Rp 11.768.220.000.

“Untuk mendapatkan remisi, seorang nara pidana harus memenuhi syarat administratif dan substantif,” ujarnya.

“Remisi merupakan reward, penghargaan bagi nara pidana atas segala hal positif yang telah dilakukan mereka selama menjalani masa pidana. Sebagai bentuk apresiasi atas perilaku mereka yang tidak melanggar peraturan, yang ikut dalam program pembinaan, dan tentunya remisi diberikan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan,” imbuhnya.

Di sisi lain, dia berharap bahwa remisi ini dapat memberikan motivasi bagi nara pidana untuk selalu berkelakuan baik. Ditambah menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan pembinaan di Lapas dan Rutan.(HS)

Share This

Peringati Hari Kemerdekaan Indonesia, Ini Yang Dilakukan Satlantas Polrestabes Semarang

PKS Jawa Tengah Beri Bantuan Sembako bagi Warga Korban PHK di Salatiga