in

Lapas Klas I Kedungpane Kelebihan Kapasitas, Satu Kamar Dipaksa Muat 15 Nara Pidana

Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas I Kedungpane Semarang.

 

HALO SEMARANG – Perhatian pada Lembaga Permasyarakatan (Lapas) menanjak, pasca kebakaran melanda Lapas Klas I Tangerang, Banten belum lama ini. Tidak hanya permasalahan alur listrik yang dicek maupun diperbaiki. Kapasitas kamar yang menampung nara pidana juga menjadi sorotan.

Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah (Jateng) mencatat, sebanyak 45 Lapas dan Rumah Tahanan (Rutan) di Jateng kondisinya kelebihan kapasitas sekitar 50 hingga 70 persen.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kemenkumham Jateng, Supriyanto menyebut, Lapas Kelas I Kedungpane Semarang adalah satu di antara Lapas yang mengalami over kapasitas.

Keterisian nara pidana di Lapas Klas I Kedungpane Semarang telah melewati batas maksimal, yakni dipaksa hingga 160 persen menampung nara pidana.

“Lapas Kedungpane overloadnya sudah 160 persen. Kapasitas maksimal dapat menampung 600 nara pidana, sekarang penghuninya sudah sebanyak 1.700 orang. Artinya memang sudah overload tiga kali lipat,” ungkap Supriyanto, Minggu (12/9/2021).

Ia menuturkan, semula dalam satu kamar diisi lima orang nara pidana. Kini akibat banyaknya nara pidana dan kurangnya Lapas atau Rutan, di balik jeruji besi Lapas Klas I Kedungpane, dalam satu kamar dipaksa berjubel sebanyak 10 hingga 15 nara pidana.

Selain itu, jumlah nara pidana yang membengkak juga tidak diikuti dengan penyesuaian petugas jaga. Ketidak seimbangan itu nampak, dalam satu blok kamar yang berisi 170 nara pidana hanya dijaga satu petugas.

“Ini sudah overload betul. Meskipun begitu, setiap napi masih bisa tidur walaupun tidurnya berdempet-dempetan,” tuturnya.(HS)

Share This

Unggul Tetapi Akhirnya Kalah, Pelatih PS Sleman Sebut Pemain Kelelahan

Satu Poin Dramatis PSIS, Tuah Jonathan Cantillana