Lantik Marsekal Muda TNI Henri Alfiandi, Menhub Puji Kinerja Basarnas

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, melantik Marsekal Muda TNI Henri Alfiandi, sebagai kepala Basarnas baru, menggantikan Marsekal Madya TNI (Purn) Bagus Puruhito, yang sudah purna tugas. Pelantikan berlangsung di Ruang Mataram, Gedung Karya, Kementerian Perhubungan. (Foto : Basarnas.go.id)

 

HALO SEMARANG – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menilai tugas Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau sebelumnya disebut Badan SAR Nasional (Basarnas) sangat berat.

Basarnas mengemban tanggung jawab besar dalam menangani kedaruratan pencarian dan pertolongan pada kecelakaan, bencana, dan kondisi yang membahayakan manusia.

“Karena itu, Basarnas harus selalu siap siaga 24 jam dengan response time yang cepat, tepat dan aman. Karena dalam kondisi tersebut, semakin cepat tiba di lokasi bencana/kecelakaan, maka kemungkinan menyelamatkan jiwa korban akan semakin besar” jelas Menhub, di Ruang Mataram Gedung Karya Kementerian Perhubungan, seperti dirilis Dephub.go.id.

- Advertisement -

Hal itu disampaikan Menhub Budi Karya Sumadi, ketika melantik Marsekal Muda TNI Henri Alfiandi, sebagai kepala Basarnas yang baru, menggantikan Marsekal Madya TNI (Purn) Bagus Puruhito, yang sudah purna tugas.

Marsekal Muda (Marsda) TNI Henri Alfiandi, lahir 24 Juli 1965 di Maospati, Magetan, Jawa Timur. Sebelumnya dia menjabat sebagai Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Udara (Asop KSAU).

Lebih lanjut Menhub mengatakan Basarnas telah membuktikan kredibilitasnya dan telah mendapat kepercayaan dari masyarakat luas, sebagai leading sector dalam penyelenggaraan pencarian dan pertolongan di Indonesia.

Menhub berharap, di bawah kepemimpinan Marsekal Muda TNI Henri Alfiandi, kinerja Basarnas menjadi semakin baik. Selain itu juga semakin meningkatkan koordinasi dengan para pemangku kepentingan.

“Semoga amanah dan tanggung jawab yang dipercayakan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya untuk melayani masyarakat,” kata Menhub.

Menhub juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Kabasarnas lama, yang telah berdedikasi dan bekerja keras selama menjabat.

Salama masa kepemimpinannya, Marsekal TNI Purn Bagus Puruhito dinilai kapasitas yang andal dan tangguh. Basarnas telah melakukan upaya pencarian dan pertolongan pada sejumlah musibah, di antaranya  jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Kepulauan Seribu; bencana tanah longsor terjadi di Sumedang, Jawa Barat; bencana banjir di Kalimantan Selatan; dan gempa bumi di Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat.

“Penanganan beberapa operasi SAR berskala besar dengan baik dalam kurun waktu yang bersamaan, membuktikan bahwa Pak Bagus memiliki kapasitas kepemimpinan yang andal dan tangguh,” puji Menhub.

Budi Karya juga mengatakan secara formal administratif, Bagus Puruhito memang sudah purna tugas. Namun secara moral, Dephub dan Basarnas masih berharap Bagus dapat memberikan kontribusi positif dan kontruktif untuk negara.

“Pengetahuan dan pengalaman Saudara, adalah ilmu dan suri tauladan bagi anak-anak bangsa, para generasi muda, dan generasi penerus negeri yang kita cintai ini,” ungkapnya.

Basarnas selama ini telah membuktikan kredibilitas dan mendapat kepercayaan yang begitu besar dari masyarakat luas, baik nasional maupun dunia internasional.

Basarnas cepat bertindak dan tuntas dalam mengampu tugas yang identik dengan misi kemanusiaan itu. Tak heran jika selama ini, Basarnas begitu dicintai dan memiliki reputasi yang sangat baik di mata publik. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.