in

Lantik 43 Kepala Desa, Bupati Purworejo : Pekerjaan Berat Telah Menanti

Bupati Purworejo RH Agus Bastian SE MM melantik 43 kepala desa (kades), hasil pemilihan serentak dan antarwaktu se-Kabupaten Purworejo, di pendopo Kabupaten Purworejo, Rabu (07/07). (Foto : Purworejokab.go.id)

 

HALO PURWOREJO – Pekerjaan berat telah menanti para kepala desa di Purworejo, yang baru saja dilantik oleh Bupati. Selain memenuhi harapan warganya, para kepala desa itu juga ikut mengatasi wabah Covid-19 di wilayahnya.

Hal itu disampaikan Bupati Purworejo RH Agus Bastian SE MM, saat melantik 43 kepala desa (kades), hasil pemilihan serentak dan antarwaktu se-Kabupaten Purworejo, di pendopo Kabupaten Purworejo, Rabu (07/07).

Dari 43 kades tersebut, tiga di antaranya dilantik langsung di pendopo, dan 40 orang lainnya di kecamatan masing-masing. Prosesi pelantikan disaksikan oleh Wakil Bupati Hj Yuli Hastuti SH, Sekretaris Daerah Drs Said Romadhon, para camat, pemuka agama, serta tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya Bupati Agus Bastian, mengatakan bahwa dirinya merasa cukup lega, karena pelaksanaan pilkades serentak di tengah pandemi Covid-19, tidak menimbulkan klaster pilkades yang sempat dikhawatirkan sebelumnya.

“Tentu ini berkat kerja keras dan kerja sama antara panitia dan instansi terkait, para calon kepala desa beserta pendukungnya, serta kesadaran seluruh masyarakat,” kata dia seperti dirilis Purworejokab.go.id.

Menurut Bupati, setelah dilantik,  pekerjaan sangat berat telah menanti para kepala desa, yaitu memenuhi harapan seluruh warga. “Untuk itu, laksanakan amanah tersebut dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab, untuk menata dan memajukan desa sehingga kesejahteraan masyarakat desa dapat meningkat secara pasti ke arah yang lebih baik,” kata dia.

Ia menegaskan, peran dan tanggung jawab kepala desa, ke depan akan semakin berat, seiring dengan meningkatnya tantangan perubahan zaman. Terlebih dengan adanya pandemi Covid-19 yang masih belum teratasi, bahkan semakin meningkat, sehingga saat ini Kabupaten Purworejo kembali berada pada zona merah level 3, dan harus memberlakukan PPKM Darurat.

“Saudara harus benar-benar mampu mendorong masyarakat di desanya agar mematuhi ketentuan PPKM Darurat, utamanya dalam menerapkan protokol kesehatan 5 M. Aktifkan jogo tonggo, posko desa serta terus berkoordinasi dengan stakeholders terkait dalam penanganan Covid-19,” harapnya.

Terkait dengan alokasi dana yang besar seperti diamanatkan dalam UU Desa, Bupati menegaskan bahwa tidak ada satu pasal pun yang mengisyaratkan monopoli kebijakan kepala desa. Bahkan, kepala desa akan memikul tanggung jawab yang lebih besar untuk mempertanggungjawabkan semua kewenangan dan pengelolaan dana yang akan dilakukan, “Sehingga penggunaan anggaran tersebut harus transparan, akuntabel dan hasilnya benar-benar bermanfaat sesuai peruntukannya,” tandasnya. (HS-08)

Share This

Pelatihan Guru SMP 2 Kendal, Apa Yang Murid Harapkan Dari Gurunya?

Bupati Blora Serahkan Klaim Kematian dan Beasiswa Pendidikan BPJS Ketenagakerjaan