in

Langkah Unika Soegijapranata Kembangkan Desa Wisata Untuk Pembangunan Berkelanjutan

Kick Off Meeting Focus Group Discussion (FGD) “Pengembangan Startup NUSA untuk Peningkatan Kapasitas dan Promosi Desa Wisata sebagai Aset Pariwisata Nasional” di Hotel Aston Inn, Selasa (12/10/2021).

 

HALO SEMARANG – Desa wisata memiliki peran penting dalam Dunia Usaha Dan lndustri (DUDI) kepariwisataan. Potensi pengembangan desa wisata mengakomodir yang ada di dalamnya, meliputi atraksi, akomodasi, kuliner, serta kebutuhan wisata lainnya.

Melihat potensi desa wisata yang begitu besar dalam pembangunan berkelanjutan, Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang terdorong menggelar Kick Off Meeting Focus Group Discussion (FGD) “Pengembangan Startup NUSA untuk Peningkatan Kapasitas dan Promosi Desa Wisata sebagai Aset Pariwisata Nasional” di Hotel Aston Inn Jalan Pandanaran Kota Semarang, Selasa (12/10/2021).

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi dan Publikasi Unika Robertus Setiawan Aji Nugroho, ST, MComm IT, PhD mengungkapkan, perguruan tinggi dapat memberikan sumbangsih untuk kemajuan dan kepentingan masyarakat, serta bangsa dan negara.

“Dalam sesi kunjungan Rektor Unika ke Bapak Ganjar Pronowo selaku Gubernur Jawa Tengah beberapa waktu lalu, Pak Ganjar mengingatkan agar perguruan tinggi tidak menjadi menara gading. Riset-risetnya atau penelitiannya jangan hanya ada di publikasi jurnal dan buku saja, tetapi harus bisa sampai ke desa,” ungkap Robertus Setiawan Aji PhD.

Diakuinya, langkah tersebut memang harus sampai ke desa. Tak lain untuk mewujudkan pengabdian dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Kita bersyukur bahwa program yang digagas oleh tim Dr Rr MI Retno Susilorini, berhasil membawa apa yang dihasilkan di Universitas langsung ke desa. Maka acara ini sungguh bermakna bagi Unika Soegijapranata dan kesejahteraan masyarakat desa pada umumnya,” tambahnya.

Ketua Program Pengembangan Startup NUSA untuk Peningkatan Kapasitas dan Pomosi Desa Wisata Unika Soegijapranata, Dr Rr MI Retno Susilorini menyatakan, dengan pola ilmiah pokok (PIP) dan berkonsep harmonisasi sosial, ekonomi dan ekologi dalam pemukiman atau Eco-Settlement, menurutnya, kerja sama perguruan tinggi dengan DUDI pemerintah dapat mendorong kontinuitas desa wisata.

“Unika Soegijapranata yang memiliki PIP (Pola Ilmiah Pokok) Eco-Settlement memandang pentingnya kerja sama ‘Triple-Helix’ antara Perguruan Tinggi-DUDI Pemerintah untuk dapat mendorong keberlanjutan desa wisata,” katanya.

Melalui itu, merupakan program “Pengembangan Startup NUSA untuk Peningkatan Kapasitas dan Pomosi Desa Wisata sebagai Aset Pariwisata Nasional” yang didukung oleh pendanaan Matching Fund 2021″ dapat dijalankan.

Terlebih, lanjutnya, pengembangan startup NUSA dalam program ini diharapkan menjadi nilai spesial dan unik untuk mendukung desa wisata berkelanjutan, karena memiliki fitur-fitur yang ramah lingkungan dan responsive-gender.

“Proses pengembangan Startup NUSA dalam program ini menjadi satu rangkaian dengan scale-up, komersialisasi, dan ekspansi, sehingga pengembangan bisnis dan komersialisasi dari Startup NUSA melalui Startup NUSA Company yang direncanakan akan menjadi salah satu upaya menjamin keberlanjutan pasca program,” lanjutnya.

Sebagai informasi, startup NUSA merupakan sebuah aplikasi yang menjembatani desa wisata dengan masyarakat umum. Aplikasi ini menjadi bagian media promosi bagi desa wisata, sekaligus memberikan fasilitas akses bagi masyarakat untuk berinteraksi dan bertransaksi.

Aplikasi NUSA memiliki berbagai fitur utama di antaranya NUSA map, NUSA store, NUSA stay, NUSA care, NUSA information, NUSA Mitigation, NUSA eco edu, dan NUSA e-clinic. Sistem tersebut akan dikembangkan ke dalam dua platform, berbasis mobile (gawai) dan berbasis web.

Terdapat sembilan desa wisata dimaksud meliputi, Desa Wisata Kandri, Kota Semarang, Desa Wisata Lerep, Kabupaten Semarang, Desa Wisata Pentingsari, Kabupaten Sleman, Desa Wisata Candirejo, Kabupaten Magelang, Desa Wisata Hijau Jari Solah Bilebante, Kabupaten Lombok Tengah, Desa Wisata Karangrejo, Kabupaten Magelang, Desa Wisata Samiran, Kabupaten Boyolali, Desa Wisata Batulayang, Kabupaten Bogor, dan Desa Wisata Dieng Kulon, Kabupaten Banjarnegara.(HS)

Share This

Hendi Kecewa dengan Kinerja Kontraktor Pembangunan Proyek Jembatan Kaca Tinjomoyo

Sebentar Lagi Suksesi Rektor USM Digelar, Lima Calon Rektor Paparkan Visi Misi