in

Langgar Perwal PKM, Dua Restoran Mewah Disegel Satpol PP Kota Semarang

Petugas Satpol PP Kota Semarang menyegel sementara cafe dan restoran yang melanggar Perwal No 26 Tahun 2021 tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM), Sabtu (12/6/2021).

 

HALO SEMARANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang bersama aparat gabungan TNI-Polri serta Dinas Kesehatan Kota Semarang melakukan operasi penegakan Peraturan Wali Kota (Perwal) Semarang No 26 Tahun 2021 tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM).

Dalam kegiatan tersebut, dua cafe dan restoran mewah, yaitu Holywings di Kawasan Kota lama Semarang dan Bowery yang berada di Jalan Ahmad Yani disegel sementara, lantaran tidak menaati peraturan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kota Semarang.

Dua tempat makan tersebut, selama ini dikenal sebagai restoran dan cafe mewah yang berada di Kota Semarang. Harga makanan di tempat itu juga relatif mahal untuk kalangan warga Kota Semarang.

Sementara peraturan yang dilanggar yaitu, dengan sengaja menghiraukan protokol kesehatan (Prokes) serta berkerumun dan melampaui jam buka usaha sesuai ketentuan PKM.

Tak hanya dilakukan penindakan, namun beberapa pengunjung dan pegawai diminta melakukan swab tes antigen yang disediakan dari Dinas Kesehatan Semarang.

“Saya minta taat kepada Perwal No 26 Tahun 2021, kalau tidak pasti saya segel seperti Holywings dan Bowery karena sudah melanggar,” kata Kepala Satpol PP Kota Semarang, di sela-sela kegiatan, Sabtu (12/6/2021) malam.

“Ini saya segel dua hari, tapi nanti kalau melanggar lagi sampai sebulan itu segelnya. Untuk itu mereka harus menghadap ke Satpol PP dengan membuat beberapa pernyataan,” tegasnya.

Sementara itu Satpol PP juga membubarkan beberapa titik tempat kerumunan di wilayah Kota Semarang.

Tempat tersebut yaitu warung angkringan yang berada di Jalan Empu Tantular, Kecamatan Semarang Utara lalu kerumunan pakaian bekas dan angkringan warung makan di Sepanjang Jalan Ki Mangunsarkoro.

Petugas tanpa basa-basi langsung membubarkan kerumunan tersebut dan menyita beberapa partisi sebagai barang bukti.

“Ini Kota Semarang kasihan kasusnya sudah tinggi lagi. Tapi kalau mereka tidak sadar akan langsung kami tindak,” pungkasnya.(HS)

Share This

STIE Semarang Gelar Seminar Nasional Pertumbuhan Ekonomi 2021 dengan Sub Sektor Ekonomi Kreatif dan UMKM

Antisipasi Cedera Atlet, KONI Kendal Gelar Pelatihan Sport Message