Lamprey, Vampir Laut yang Dapat Perangi Kanker

Penampakan lamprey laut. (Foto : Oceanservice.noaa.gov)

 

HALO SEMARANG – Ikan lamprey laut, barangkali memang belum terlalu populer. Tetapi jenis ikan ini pernah menyebabkan “bencana besar”pada industri perikanan di Amerika Serikat, sekaligus peluang untuk penyembuhan kanker.

Dalam situs resmi Pemerintah Negara Bagian Michigan, Amerika Serikat digambarkan ikan bernama latin Petromyzon marinus ini, berbentuk seperti belut, memiliki dua sirip punggung, tujuh lubang insang, dan yang menjadi ciri khasnya adalah bentuk mulut.

Bentuk mulut ikan ini adalah bulat besar, dengan gigi tajam melengkung dan lidah serak. Panjang setiap individu, di danau, seperti di Michigan adalah sekitar 64 sentimeter dan beratnya bisa mencapai 8 – 13 onc.

Ikan ini menjadi mengerikan, bukan hanya karena bentuk mukanya, tetapi juga kemampuannya untuk memangsa ikan-ikan lain. Mahluk ini akan menempel pada ikan yang sehat dan memakannya.

Bukan hanya itu, kemampuan bereproduksinya juga luar bisa. Seekor betina bisa mengeluarkan hingga 100.000 telur. Kombinasi sebegai pemangsa dan kemampuan reproduksi ini, membuat spesies ini bisa menghancurkan industri perikanan.

Pada 1940-an, ikan ini pernah menyerbu dan menghancurkan industri perikanan trout di Great Lakes, Amerika Serikat. Produksi 6,8 ton jadi tinggal 136 kilogram saja pada tahun 1960-an.

Karena itulah kemudian ikan ini kemudian menjadi musuh para pembudi daya ikan.

Namun demikian,seperti dirilis kkp.go.id, seorang peneliti Sekolah Kesehatan Masyarakat Univeritas Yale, menemukan bahwa ikan lamprey dapat dimanfaatkan untuk melawan penyakit kanker.

Berdasarkan penelitian tersebut, ikan parasit ini memiliki kemampuan menekan evolusi gen kanker.

Penemuan yang diterbitkan dalam jurnal Genome Biology and Evolution ini, diharapkan dapat membantu ahli biologi molekuler dan ilmuwan lainnya, untuk menemukan penyembuhan potensial untuk kanker tertentu, misalnya limfoma.

Gen spesifik yang diselidiki diketahui berperan besar dalam berbagai jenis kanker, termasuk neuroblastoma, kanker paru non-sel kecil, dan limfoma sel besar anaplastik.

Dengan mengetahui bagaimana gen ini bekerja bersama pada spesies lain, para peneliti dapat membuat tebakan yang cerdas tentang bagaimana gen tersebut bekerja dan dapat menyebabkan kanker pada manusia.

Penemuan ini dinilai sangat menjanjikan dalam upaya menemukan penyebab kanker serta merumuskan formulasi dalam pembuatan obat untuk menghentikan kanker. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.