Lama Musim Kering Kemudian Curah Hujan Tinggi, Menjadi Penyebab Tanah Longsor

Kepala Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko.

 

HALO SEMARANG – Bencana tanah longsor masih mengintai masyarakat pada musim hujan yang belum berakhir. Hal ini disebabkan intensitas hujan yang tinggi.

Hal itu disampaikan Kepala Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko kepada halosemarang.id di kantornya, Jumat (19/2/2021).

“Gangguan longsor sering terjadi pada musim hujan, karena air masuk ke tanah. Air ada dua macam, yaitu air meresap dan air yang mengalir di permukaan,” ucap Sujarwanto.

- Advertisement -

Melalui air yang meresap membuat kejenuhan pada masa tanah. Hal ini dikarenakan musim kering yang panjang menyebabkan terjadinya penguapan air di permukaan tanah dalam jumlah besar.

Selain itu, mengakibatkan munculnya pori-pori atau rongga-rongga dalam tanah, yang mengakibatkan terjadinya retakan dan rekahan permukaan tanah.

“Air yang meresap itu membuat kejenuhan pada masa tanah. Yang tadinya kering atau tidak ada air, tanah kemasukan air jadi jenuh. Kalau jenuh bobot tanah bertambah dengan air,” lanjutnya.

Sedangkan air yang mengalir di permukaan juga memiliki risiko erosi.

“Kalau air yang mengalir terus lari di daerah lereng, itu memiliki risiko kemampuan mengerosi. Biasanya yang erosi itu mengganggu bagian bawah lereng, atau lereng yang menggantung. Sementara bodi tanah itu sendiri sudah ditambahi beban, kemudian menjadi longsor,” terang Sujarwanto.

Dari beberapa faktor tersebut, menurut Sujarwanto adalah hal yang normal. Dan ini menjadi persoalan yang sering terjadi pada musim hujan. Terkait tanah bergerak, lanjut Sujarwanto, tidak hanya pada kondisi daerah yang berlereng, namun juga pada daerah yang landai. Misalnya disebabkan faktor gempa, muatan kendaraan besar yang melintas.

Pada posisi ini, pemerintah terus memberikan edukasi kepada masyarakat yang berada di daerah rawan bencana longsor. Dengan memberikan gambaran peta kerentanan tanah serta peta persebaran hujan.

Pihaknya berharap, dengan edukasi tersebut masyarakat tetap waspada.

Tidak hanya itu, Sujarwanto juga mempersilakan masyarakat untuk berdiskusi lokasi rawan bencana longsor atau tanah bergerak dengan pihaknya terkait mendirikan bangunan.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.