in

Lama Mangkrak, Nelayan Tambaklorok Berharap SPBN AKR Dioperasikan Kembali

SPBN AKR Tambaklorok, di Kelurahan Tanjungmas, Kecamatan Semarang Utara, saat ini kondisinya mangkrak setelah beberapa tahun lalu ditutup.

 

HALO SEMARANG – Para nelayan Tambaklorok, Kelurahan Tanjungmas, Kecamatan Semarang Utara berharap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) AKR (Aneka Kimia Raya) diopersionalkan kembali, setelah sekitar lima tahun lalu tutup.

Harapan dari para nelayan dengan dioperasionalkan lagi SPBN AKR Tambaklorok ini agar BBM khususnya jenis solar, bisa lebih mudah diperoleh nelayan. Selain itu, harga solar lebih murah dibandingkan dengan di tempat pengisian bahan bakar lainnya, karena mendapatkan subsidi.

Salah seorang nelayan Tambaklorok, Nurkhasanah berharap agar SPBN AKR Tambaklorok segera dibuka kembali untuk memudahkan nelayan mendapatkan bahan bakar perahunya saat mencari ikan ke tengah laut. Saat ini kalau ingin mengisi bahan bakar harus mencari sampai jauh dari lokasi sekitar.

“Padahal setiap kali nelayan melaut setidaknya butuh 30 sampai 40 liter solar per sekali jalan,” imbuhnya.

Kedekatan mangkal perahu nelayan dengan SPBN AKR, menurut Nurkhasan, untuk menghindari nelayan membeli bahan bakar solar di tempat ilegal atau yang dikenal dengan istilah “BBM kencing”.

Pengelola SPBN AKR Tambaklorok, M Rozikin mengatakan, siap untuk memberikan pelayanan kepada nelayan soal kebutuhan bahan bakar minyak (BBM).

“SPBN AKR siap dibuka kembali dengan mengajak mitra kerja. Kami terbuka dengan siapa saja untuk membantu nelayan dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar solar,” kata M Rozikin.

Saat ini, KNTI Kota Semarang, kata M Rozikin, sudah siap untuk bekerja sama dalam memberikan pelayanan kepada nelayan terhadap kebutuhan bahan bakar. Namun SPBN AKR Tambaklorok, masih dalam proses pengurusan perizinan di pemerintah. Seperti, menunggu kesepakatan antara pengelola, mitra kerja, dan pemerintah.

“Kami memahami para nelayan sudah banyak yang mendesak agar SPBN AKR Tambaklorok dibuka kembali. Nelayan berharap makin cepat dibuka akan makin baik, setelah sejak tahun 2015 ditutup,” pungkasnya.

Sementara Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kota Semarang, Selamet Ari Nugroho berupaya untuk mengupayakan surat-surat yang dibutuhkan nelayan untuk bisa memperoleh bantuan subsidi BBM.

Surat-surat tersebut, di antaranya surat kenelayanan PAS untuk mengurusnya di Syahbandar KSOP di kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan Semarang, surat untuk subsidi di Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah atau kota.

Dikatakan Ari, pemberian BBM subsidi untuk nelayan agar nelayan dalam mencari ikan tidak dibebani biaya pengeluaran untuk bahan bakar dan dapat memperoleh bahan bakar di tempat yang legal.

Menurut Ari, pada tahun 2019 jumlah nelayan Tambaklorok ada 773 nelayan.

“Sedangkan yang tergabung dengan KNTI ada 593 nelayan yang ada di data base. Sudah daftar di posko ada 100 nelayan, belum masuk di data base. Karena nelayan juga harus punya surat rekomendasi dari Dinas Perikanan daerah setempat. Atau dari kelurahan setempat juga bisa mengeluarkan surat rekomendasi untuk nelayan,”katanya.(HS)

Share This

Serentak, 31 Kabupaten/Kota di Jateng Canangkan Vaksinasi Covid-19 Senin (25/1/2021)

Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Peningkatan Jalan Diserahkan ke Kejari Kendal